Pekerjaan Fisik Tak Sesuai Spesifikasi

Kades di Kampar ini dilaporkan Korupsi Dana Desa

Penulis : admin | Rabu, 14 Maret 2018 - 17:10 WIB

ilustrasi

Beritariau.com, Kampar - Kasus hukum kembali menimpa Kepala Desa Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir, Ilyas Sayang. Selasa (13/03/18) kemari, Ia dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar terkait dugaan penyalahgunaan atau korupsi Dana Desa tahun 2017.

Laporan ini dilayangkan secara resmi oleh LSM Indonesia Law Enforcement Monitoring(Inlaning).

"Ada beberapa item dugaan penyalahgunaan Dana Desa yang kita laporkan," ungkap Direktur Inlaning, Dimpos TB, Rabu (14/03/18).

Dimpos meyebutkan, Dana Desa tahun 2017 untuk Kota Garo sebesar Rp720 juta. Sedangkan Alokasi Dana Desa sebesar Rp480 juta.

Diungkapkannya, ada indikasi penyelewengan pada kegiatan fisik yang bersumber dari Dana itu.

Pertama, drainase pasar desa sepanjang 425 meter dengan lebar 0,9 meter senilai Rp64.534.600. Kedua, semenisasi jalur pasar desa 260 X 1,5 meter dengan ketebalan 10 sentimeter nilainya Rp47.897.520.

Ada juga semenisasi 40 X 17 meter setebal 10 sentimeter, nilainya Rp. 75.254.840. Selanjutnya, drainase dalam kebun Kelapa Sawit 430 X 2,8 meter dengan ketebalan 15 sentimeter, nilainya Rp. 353.369.400.

Bahkan, ada juga pembangunan Lapangan Volly, rehab Puskesmas Pembantu dan pengecetan kantor desa.

Dimpos menuding, pekerjaan proyek ini asal jadi.

"Pengerjaannya asal-asalan. Diduga tak sesuai spesifikasi," kata Dimpos.

Ia mengklaim memiliki bukti yang cukup yang terlampir bersama laporan untuk kemudian ditindaklanjuti Kejari Kampar.

"Kami rasa, bukti sudah cukup untuk ditindaklanjuti. Tolong Kejari memprosesnya," pungkasnya.

Perlu diketahui, Ia sudah berulang kali berurusan dengan masalah hukum.

Pada akhir 2017 lalu, Ia dilaporkan ke Kepolisian Resor Kampar dalam kasus dugaan pemalsuan 122 lembar Surat Keterangan terhadap 244 hektare status lahan.

Pada 2016, Ilyas pernah terjerat kasus penggelapan uang Koperasi Petani Sahabat Lestari yang berkedudukan di Kota Garo.

Ia ditahan dan divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Bangkinang. Kasus ini mengakibatkan dirinya dinonaktifkan dari Kades. [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :