Waspada, Sejumlah Merek Sarden Kaleng di Riau Mengandung Cacing

Penulis : user | Rabu, 21 Maret 2018 - 15:11 WIB

Sarden Kaleng Yang Mengandung Cacing di Riau

Beritariau.com, Pekanbaru - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru mengeluarkan sanksi penarikan importir tiga jenis makanan kaleng sarden.


Berdasarkan uji laboratorium yang dilakukan BBPOM ditemukan cacing pada tiga jenis produk makanan kaleng yang merupakan kegemaran segelintir masyarakat tersebut.


Pengujian laboratorium itu menyusul adanya laporan warga di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Selatpanjang di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Bengkalis.

"Hasilnya ditemukan adanya cacing. Hanya saja itu bukan cacing pita tapi jenis anisakis SP," kata Kepala BBPOM di Pekanbaru, Kashuri di Pekanbaru (21/3/18).


Kashuri menjelaskan, tiga produk itu bermerek IO, Farmer Jack dan Hoki. Ketiganya produk luar negeri yang diduga tak diproduksi secara higienis sehingga ada cacingnya.


BBPOM menyatakan cacing itu ditemukan dalam kondisi mati. Diduga keluar dari perut ikan dalam kemasan itu setelah produksi dan mati karena adanya pemanasan 100 derjat sebagai finalisasi produk.


"Ini bahaya kalau dikonsumsi karena cacing meskipun mengandung protein tapi punya zat yang membuat alergi. Bagi penderita asma, bisa sesak nafas," terang Kashuri.


Menurut Kashuri, importir ketiga produk itu berada di Jakarta dan Batam, Kepulauan Riau. Importir ini sudah ada menarik produknya sebelum BBPOM melakukan uji laboratorium.


Sementara importir lain diperintahkan menarik produk setelah disurati BBPOM. Jika masih ada ditemukan ketiga produk itu beredar di Riau, maka BBPOM akan mencabut izinnya.


"Meskipun ada importir yang secara sadar menarik sebelum disurati, tetap saja mendapat sanksi keras dari kami," tegas Kashuri.


Kashuri mengatakan BBPOM akan menguji produk-produk sarden lainnya untuk memberi rasa aman kepada masyarakat. Wargapun diminta tidak resah karena adanya temuan ini.


Untuk penarikan sendiri, selain diminta kepada importir, BBPOM juga bekerjasama dengan dinas perdagangan setempat. Tujuannya jelas, yaitu untuk menemukan adanya importir bandel.


Sebelumnya, temuan sarden terdapat cacing ini beredar di media sosial. Warga di Tembilahan dan Selatpanjang memposting kemasan sarden yang sudah dibuka, di mana ada penampakan cacingnya.


Mendapat laporan, BBPOM turun ke Tembilahan dan Selatpanjang sejak Selasa hingga Rabu pekan kemarin. Sampel diambil bersama dinas kesehatan setempat untuk dilakukan uji laboratorium. [don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :