Korban Dirampok, Dibunuh & Ditenggelamkan

4 orang sindikat perampok & pembunuh sadis di Riau dibekuk

Penulis : admin | Selasa, 27 Maret 2018 - 17:25 WIB

ilustrasi

Beritariau.com, Rohil - Setelah hampir satu bulan, satuan Reskrim Polres Rokan Hilir (Rohil) berhasil membekuk 4 (empat) orang sindikat perampok dan pembunuh sadis. 2 (dua) orang pelaku utama dan dua lainnya merupakan penadah.

Korbannya bernama Firmansyah (28). Seorang supir truk pengangkut pasir, warga ‎Jalan Sentosa II Bagan Besar Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai‎.

Firman tewas dibunuh usai dirampok. Jasadnya ditemukan di bekas Galian alat berat dengan posisi diikat tali yang terpaut dengan bongkahan batu agar tak mengapung ke permukaan air.

Kondisi Firman sangat menggenaskan dan sempat tak dikenali saat ditemukan.

"Keempat pelaku ditangkap di lokasi dan waktu yang berbeda. Petugas membutuhkan waktu hampir satu bulan pasca kejadian untuk menangkap karena para pelaku berpencar," ujar Kapolres Rohil AKBP Sigit Adiwuryanto kepada Beritariau, Selasa (27/03/18).


Keempat pelaku yakni Dedi Sukamto alias Togok, Edrizon, Parulian Pohan dam Arifin Ritonga.

Sigit mengatakan, keempat pelaku merencanakan aksi mereka selama berhari-hari untuk menguasai mobil truk milik bos Firman yang dibawanya.


Penangkapan pertama dilakukan polisi terhadap Togok pada Sabtu (24/03/18).

Dari hasil penyelidikan serta keterangan beberapa saksi, Polisi mendapati ada komunikasi antara Firman dan Togok sebelum aksi perampokan.

"Togok ditangkap di rumahnya di Desa Sebangar Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. Lalu, dilakukan pengembangan untuk mencari tersangka lainnya. Keesokan harinya, petugas menangkap Arifin Ritonga dan Parulian Ritonga di SPBU Rantau Prapat, Sumatera Utara,” ucap Sigit.

Ketiganya, diinterogasi, sehingga didapat identitas pelaku lainnya, yaitu Edrizon yang merupakan dalang kasus perampokan dan pembunuhan ini. Edrizon akhirnya berhasil dibekuk di Sumatera Barat pada Senin (26/03/18) siang.

"Dalang kasus ini adalah Ed (Edrizon), dia yang menyuruh To (Togok) untuk mengikuti jejak perjalanan korban hingga membunuhnya. Sedangkan Parulian dan Arifin selaku penadah truk yang dicuri dari korban,” terang Sigit.

Meski sudah menangkap 4 pelaku perampokan diserati pembnuhan, namun polisi belum menemukan posisi truk hasil curian tersebut. Sebab truk itu dijual dari orang ke orang lain.

"Truk sudah berpindah tangan, dijual kemudian dijual kembali, dan itu yang masih kita cari. Mudah-mudahan segera ditemukan,” kata Sigit.


Menurut Sigit, mereka melakukan aksi ini karena ingin memiliki truk lalu menjualnya. Sadisnya, mereka mengirim Firman ke Sang Pencipta agar dapat menguasai truk itu.

Sebelumnya, warga dikagetkan dengan temuan mayat pria mengapung di dalam bekas galian alat berat eskavator di Kecamatan Polsek Bangko Pusako, Rohil.

"Jenazah korban ditemukan warga di bekas galian alat berat, tepatnya di depan kebun Siantar Hotel, Dusun Sukajadi, Kecamatan Bangko Pusako,” kata Sigit.

Polisi menduga Firmansyah merupakan korban pembunuhan karena terlihat sejumlah tanda-tanda bekas kekerasan di sekujur tubuhnya.

Tubuhnya juga dililit tali yang diikatkan dengan batu diduga supaya mayat tidak terapung. Dugaan kuat, jasad ini korban pembunuhan.


Hal itu berdasarkan hasil otopsi dan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang dilakukan petugas.

Polisi melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mengungkap kasus kematian Firman.


Firman selama ini tinggal bersama istrinya di Kota Dumai. Namun, Ia bekerja dengan seorang pengusaha truk pengangkut pasir.‎

Barang bukti yang ditemukan polisi di lokasi penemuan mayat korban antara lain, sehelai kaos oblong warna cokelat, celana training, tali dengan panjang sekitar 3 meter, dan bongkahan batu 20X20 centimeter dengan panjang 70 centimeter.

"Tali itu diikatkan ke tubuh korban dengan batu, barangkali pelakunya berencana agar jasad korban tidak terapung. Saat ditemukan, jasad korban sudah membusuk," terang Sigit.

Sigit menjelaskan, dari hasil pemeriksaan dokter, ditemukan lebam di sekujur tubuh korban, kantong kemaluan dalam keadaan tidak utuh, darah di bagian kepala belakang bawah, dua bola mata keluar, lidah menjulur, wajah membengkak, memar di bahu, pinggang serta perut.‎ [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :