Tuntut Harga Pertalite Turun & Kuota Ditambah

Mahasiswa Riau segel kantor PT Pertamina

Penulis : admin | Rabu, 28 Maret 2018 - 18:36 WIB

DISEGEL - Kantor PT Pertamina wilayah Sumbar - Riau di Kota Pekanbaru Disegel Mahasiswa Menyusul Kenaikan Harga BBM Jenis Pertalite di Riau. Selain Harganya Tertinggi di Seluruh Indonesia, Pertalite juga Semakin Langka | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Ribuan mahasiswa Riau menamakan diri Aliansi Rakyat Menggugat, Rabu (28/03/18) siang, berunjukrasa menuntut harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite diturunkan. Aksi ini, menyusul naiknya harga Pertalite sebesar Rp8.150 per liter di Riau.

Harga ini, ternyata rekor tertinggi di seluruh Indonesia. Rekor ini sangat ironi dengan predikat Riau sebagai penghasil minyak di Indonesia.

Massa dari kampus Universitas Riau, UIR, UIN, PCR dan kampus lainnya, juga menuntut agar kuota BBM Pertalite di Riau segera ditambah.

Saking marahnya, massa menyegel Kantor PT Pertamina Wilayah Sumbar - Riau yang berada di kawasan Jalan Sisingamangaraja, Pekanbaru.

"Kita minta harga Pertalite segera turun! Sebagai daerah penghasil minyak, kok harga pertalite di Riau paling mahal se-Indonesia!," ucap Rinaldi, Presiden Mahasiswa UNRI, yang memimpin massa saat berorasi di depan kantor PT Pertamina wilayah Sumbar-Riau.

Mereka gerah. Pasalnya, hingga kini Pertamina dinilai tak mau menambah suplai kuota Pertalite yang kian langka di Riau.

"Kita juga meminta PT Pertamina tambah pasokan di Riau. Jangan minyak kita dikuasai para mafia!," teriak Rinaldi.

Penyegelan dilakukan mahasiswa lantaran tak puas dengan jawaban Branch Manager PT Pertamina Sumbar-Riau, Rahman Pramono Wibowo.

Pasalnya, setelah didemo, Rahman mengaku akan segera menambah kuota dan meminta waktu selama 3 (tiga) hari. Namun, untuk tuntutan agar harga BBM diturunkan, Rahman tak menyanggupi.

"Sebab itu (Harga BBM, red) kebijakan Pertamina pusat," kata Rahman kepada Mahasiswa di depan gerbang.

Kecewa mendengar jawaban itu, Mahasiswa langsung memasang spanduk bertuliskan 'Disegel' di pintu masuk kantor PT Pertamina. Bahkan, Mahasiswa memasang rantai dan gembong di pintu utama.

Untuk diketahui, gelombang demo ini, diprakarsai oleh BEM UNRI. Selain ke Kantor PT Pertamina, massa yang bergerak mulai pukul 13.00 wib ini, juga kantor DPRD Riau,  salah satu SPBU di Pekanbaru dan antor Gubernur Riau.

Aksi ribuan mahasiswa ini, dikawal sedikitnya 700 orang personel gabungan dari Polresta Pekanbaru, Polda Riau, Brimob, Satpol PP dan juga Dishub Pekanbaru.

"Ada 700 lebih personel gabungan yang mengawal aksi ini. Kita juga standby kan Water Canon sebagai antisipasi," ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo kepada Beritariau. [red]‎

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :