Diduga Usai Makan Jajanan Permen

Polisi Selidiki Balita di Meranti Positif Narkoba

Penulis : user | Senin, 02 April 2018 - 16:27 WIB

Ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Seorang Balita berusia 3,8 tahun inisial R di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti dinyatakan positif amphetamine narkoba setelah rumah sakit setempat memeriksa urin anak perempuan tersebut. 


Selain si Balita, Rumah Sakit juga menyatakan ibunya bernama Rika (34) juga dinyatakan positif ampethamine dan methafetamin tersebut.

Kejadian tersebut saat ini ditangani oleh Polres Meranti. Menurut pihak kepolisian, sesuai pengakuan sang ibu, keduanya sama sekali tidak mengkonsumsi barang haram tersebut. Melainkan terakhir kali mereka memakan permen yang dibeli di warung terdekat di Kota Selatpanjang.


"Ibu dan anak tersebut mengaku tidak mengkonsumsi sabu, tapi sebuah permen. Lalu sample permen kita ambil, dan kita kirim ke BBPOM Pekanbaru," ujar Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Laode Proyek, Senin (2/4/2018).

    
Mereka dinyatakan positif narkoba setelah melakukan pemerikaan urin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat akhir pekan lalu. Itu dilakukan karena sang anak berperilaku aneh pada Jumat (30/3) malam, usai mengkonsumsi permen pemberian sang kakek, Abdul Roni (55).

     
"Hasil tes urine keduanya memang positif amphetamine narkoba. Kita juga sedang selidiki dimana mereka beli permen itu, tapi belum bisa kita pastikan apakah permen itu mengandung narkoba atau tidak, karena hasil uji labor belum keluar," jelas Laode.


Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Riau Irjen Pol Nandang menegaskan pihaknya tengah menelusuri dugaan peredaran permen mengandung narkoba di Kabupaten Kepulauan Meranti itu 


"Kita lakukan penyelidikan, dari mana barangnya baru bisa diungkap pelakunya," kata Kapolda Riau, Inspektur Jendral Nandang.


Kapolda mengakui bahwa pihaknya sangat mengantisipasi peredaran narkoba, yang ia sebut saat ini telah bertranformasi ke berbagai jenis. Salah satunya melalui permen yang diduga mengandung narkoba. 

     
"Karena memang jaringan narkoba melakukan beragam upaya. Mereka melakukan penjualan dengan tipu daya termasuk melalui permen," ujarnya, 

     
Tujuannya, tidak lain adalah menyasar generasi muda yang menurut Kapolda hal itu merupakan salah satu cara untuk melemahkan bangsa Indonesia. 


Sementara itu, Kepala BBPOM Pekanbaru, Muhammad Kashuri mengatakan telah menerima sampel permen yang dikirim Polres Kepulauan Meranti. "Kami masih melakukan uji laboratorium terhadap kandungan permen tersebut," ujarnya. [don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :