Terdakwa Korupsi Cetak Sawah Pelalawan Divonis 6 Tahun Penjara

Penulis : user | Senin, 09 April 2018 - 21:36 WIB

Ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru menjatuhkan vonis enam tahun penjara kepada dua terdakwa korupsi cetak sawah di Kabupaten Pelalawan, Riau.


Kedua terdakwa masing-masing Jumaling, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Bina Permai, , dan Kaharudin, selaku kontraktor pelaksana kegiatan cetak sawah di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, diputus sah dan meyakinkan terbukti melakukan korupsi.


Kedua terdakwa dinyatakan bersalah melanggar Pasal 2 juncto Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.


"Menjatuhkan pidana penjara masing-masing selama 6 tahun, denda Rp200 juta atau subsider 3 bulan penjara," ujar majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru yang diketuai Bambang Myanto, dibantu hakim anggota Toni Irfan dan Suryadi, Senin (9/4/2018).


Selain penjara dan denda, kedua terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti kerugian negara. Untuk terdakwa Jumaling membayar uang pengganti Rp130.050.000 sedangkan Baharudin membayar Rp584.950.000 atau kurungan satu tahun.

 

Hakim menilai perbuatan terdakwa tidak mendukung kebijakan pemerintah memberantas korupsi dan terdakwa tidak mengembalikan kerugian negara menjadi hal yang meberatkan hukuman tersebut.


Atas tuntutan itu, mejelis hakim memberikan kesempatan kepada kedua terdakwa untuk melakukan langkah hukum selanjutnya. "Kami pikir-pikir yang mulia," kata terdakwa melalui penasehat hukumnya.


Tindakan yang sama juga dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya, JPU menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara masing-masing 6,5 tahun.


JPU juga menuntut kedua terdakwa membayar denda Rp200 juta atau subsider 3 bukan kurungan. Jumaling dituntut membayar uang pengganti kerugian negara Rp130.050.000 dan Kaharudin Rp584.950.000 atau subsider 3 tahun 3 bulan penjara.


Berdasarkan dakwaan JPU, Ladargi Marel SH dan kawan-kawan, perbuatan kedua  terjadi tahun 2012 silam. Saat itu Poktan  Bina Permai Desa Gambut Mutiara mendapat bantuan dana hibah cetak sawah  dari APBN melalui DIPA Ditjen Prasarana dan Prasarana Pertanian pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pelalawan sebesar Rp1 miliar.


Pada pelaksanaannya, pengerjaan proyek oleh terdakwa Kaharudin dan Jumaling tersebut tak berjalan sebagaimana mestinya. Dari anggaran Rp1 miliar, sebesar Rp750 juta dipergunakan tersakwa untuk kepentingan pribadi dan tidak bisa dipertanggung jawabkan. [don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :