9 Desa di Kampar Kiri terisolir dan berstatus kawasan hutan. Warga minta ini ke Syamsuar

Penulis : admin | Kamis, 12 April 2018 - 19:32 WIB

KAMPANYE - Calon Gubernur Riau Nomor Urut 1, Syamsuar, melakukan kampanye dialogis bersama warga Kampar Kiri Hulu | Istimewa

Beritariau.com Pekanbaru - Sebanyak sembilan desa yang berada di sepanjang Sungai Subayang yang membelah bukit rimbang baling yakni Desa Aur Kuning, Desa Solo, Tanjungberingin, Gajah Bertalot, Terusan, Pangkalan Serai, Tanjungbelit, Rumbio, dan Batusanggan, berstatus kawasan hutan lindung. 

Warga mengaku kesulitan dalam mengelola lahan dan bercocok tanam. Tidak hanya itu, daerah terisolir tersebut juga tidak memiliki gedung sekolah serta tidak memiliki jaringan provider.

Hal itu terungkap saat Calon Gubernur Riau Nomor Urut 1, Syamsuar, melakukan kampanye dialogis di kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling, Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. 

"Dari zaman dulu hingga saat ini desa mereka tidak berkembang dari semua sisi karena status kawasan hutan lindung," Kata Warga Desa Aur Kuning, Racin, di hadapan Syamsuar.

Bahkan katanya, anak-anak terpaksa harus disekolahkan ke luar daerah, karena tidak memiliki sekolah di desa tersebut. Dia berharap, di desa itu dibangun SMA /SMK sederajat agar akses untuk menempuh pendidikan tidak jauh dan menghemat biaya pengeluaran mengingat penghasilan sebagai petani tidak begitu besar.

"Kami hanya petani getah, kalau sekolahnya jauh tentu biaya besar. Untuk makan saja pas-pasan,” ketus Racin. 

Warga lainnya, Asrul, juga mengeluhkan sulitnya berkomunikasi dengan handphone karena ketiadaan jaringan telepon atau tower dari berbagai provider. 

Warga katanya, harus ke pusat kota terlebih dahulu untuk mendapatkan jaringan seluler. 

”Masalah ini (jaringan,red) salah satu membuat kami terisolasi,” kata Asrul.

Menanggapi hal itu, Calon Gubernur Riau Syamsuar berjanji akan memenuhi permintaan masyarakat tersebut, apabila pada 27 Juni 2018, dirinya terpilih dan menduduki Kursi Nomor 1 di Provinsi Riau. 

Katanya, lewat program perhutanan sosial adalah solusi bagaimana masyarakat di sekitar kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling, Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, bisa hidup dan beraktivitas.

“Insya Allah saya akan membawa Bu menteri Siti Nurbaya ke desa ini. Semoga doa kita bersama dapat tercapai, dan masyarakat di sini bisa mengolah lahan untuk pertanian serta infrastruktur jalan juga bisa dibangun di sini. Termasuk pengadaan jaringan listrik PLN, jaringan telekomunikasi dan lainnya,” kata Syamsuar.

Sebagaimana diketahui, Kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling memiliki luas 136.000 hektare, memiliki topografi berbukit dengan kemiringan 25-100 persen. Tidak hanya sebagai habitat harimau dan hewan langka lainnya, hutan Bukit Rimbang Bukit Baling juga memiliki potensi ekowisata alami.

Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling terletak 90 km dari ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru. Akses ke sana bisa melalui jalur lintas tengah Taluk Kuantan sekitar 2,5 jam, menuju Desa Gema Kampar Kiri atau lewat Desa Tanjung Belit sebagai akses pintu masuk utama. Desa Tanjung Belit merupakan desa wisata dengan banyak keindahan. [red]

 

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :