Pansus Ranperda aset kunjungi Pemko Bandung. Ini yang dibahas

Penulis : admin | Kamis, 12 April 2018 - 19:55 WIB

BERTUKAR CEDERAMATA - Pansus aset DPRD Kota Pekanbaru, memberikan cederamata kepada Badan Pengelolaan Aset Pemko Bandung | Istimewa

Beritariau.com Bandung - Sebanyak 24 orang anggota pansus Aset yang diketuai oleh Ida Yulita Susanti mendatangi Pemerintah Kota (Pemko) Bandung dan Jakarta dengan waktu yang berbeda. 

Kedatangan dari Anggota Pansus dari DPRD Kota Pekanbaru ini, guna melakukan sharing dan menggali ilmu membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Pekanbaru tentang Pedoman Teknis Barang Milik Daerah (Aset).

Kedatangan rombongan pansus Ranperda Aset pada Selasa (10/04/18) ke Pemko Bandung, disambut oleh Kepala Bidang Pencatatan dan Pelapooran Aset, Siena Halim dan didampingi beberapa pegawai di BPKA Bandung.

Dalam pertemuan, Ketua Pansus Ranperda tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah (Aset), Ida Yulita Susanti mempertanyakan soal perencanaan kebutuhan dan penganggaran pengadaan dan penggunaan aset. 

“Saya juga ingin mengetahui aset di Kota Bandung terutama yang berhubunnan dengan Aset yang dipegang oleh SKPd Perkim terkait infrastruktur jalan dan juga soal aset yang berada di Dinas Pendidikan (Disdik),” tanya Ida dalam pertemuan di Bandung Selasa (10/04/18) di kantor BPKA Kota Bandung. 

Menjawab pertanyaan itu, Kabid Pencatatan dan Pelaporan Aset Kota Bandung, Siena Halim mengatakan dalam hal pendataan aset Penerintahan terutama di Kota Bandung harus ada sinergi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). 

"Kami memberikan dan diberikan pendampingan oleh BPKP. Secara detail seluruh aset dilaksanakan dan di inventarisasi namun tidak semua bisa selesai, tapi sudah sekitar 80 persen aset di Bandung sudah clear," jelasnya.

Menurut Siena, soal aset ini memang OPD terkait kewalahan dalam melakukan pengelolaan aset tapi di Bandung juga butuh arahan sehingga ada SK khusus untuk melakukan inventarisasi di dampingin BPKP dan berkoordinasi kepada BPK bahkan pemerintah Bandung sering juga persentasi ke BPK.

“Kita lakukan seperti ini tentunya mengharapkan hasilnya akan semakin baik. Karena Aset adalah sesuatu yang penting dan harus di jaga karena bernilai uang dan juga harus di pertanggung jawabkan,” ungkapnya. 

Dalam pertemuan pimpinan DPRD Kota Pekanbaru yang juga mendampingi sekaligus memimpin pertemuan pansus, Sondia Warman mengaku memang banyak hal yang diambil dari Pemerintah Kota Bandung dan Ia juga mengaku Bandung memang lebih maju sedikit dalam hal pengelolaan aset. 

“Ternyata ada 4 kategori mereka punya aset yang disewakan seperti penyewaan yayasan, penyewaan rumah, penyewaan lahan untuk bisnis dan penyewaan rumah ibadah,” katanya.

Dijelaskan Sondia, bahwa pengelolaan aset di Pemko Pekanbaru bervariasi tentunya jika digunakan Pekanbaru seperti dilakukan Pemerintah Kota Bandung kenapa tidak.

“Karena dari pada di biarkan aset kita dibiarkan jadi lahan tidur tidak berfungsi tentu lebih bagus di fungsikan sehingga bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini merupakan salah satu poin yang bisa di terapkan di Pekanbaru sehingga aset yang tadinya tidak digunakan bisa di gunakan dan menambah PAD," paparnya. [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :