Sidang Putusan Korupsi Dana Bapenda Riau

Terbukti Korupsi, Deyu divonis 20 bulan penjara, Deliana 14 bulan

Penulis : admin | Kamis, 12 April 2018 - 21:12 WIB

ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Hakim Tindak pidana korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru akhirnya menjatuhkan vonis bersalah terhadap dua terdakwa kasus Tipikor Dana Pasa Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau.

Mantan Kasubag Keuangan Bapenda Riau, Deyu divonis penjara selama 1 tahun 8 bulan. Sedangkan mantan Sekretaris Bapenda Riau, anDeliana divonis dengan kurungan penjara selama 1 tahun 2 bulan.

Keduanya, dinilai bersalah melanggar dakwaan subsidair yang dikenakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dakwaan itu, terkait pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Tidak terbukti melakukan tindak pidana sesuai dakwaan primair. Membebaskan terdakwa dari dakwaan primair. Terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi secara bersama-sama sesuai dakwaan subsider, menjatuhkan Penjara 1 tahun 8 bulan," ujar Hakim Sulhanudin yang memimpin sidang, Kamis (12/04/18) malam di PN Pekanbaru.

Selain pidana penjara, Deyu juga dikenakan pidana denda senilai Rp50 Juta, dan diwajibkan membayar Uang Pengganti sebesar Rp204 Juta, subsidair pidana penjara empat bulan.

Untuk pidana pembayaran Uang Pengganti, Deyu sebelumnya telah menitipkan uang kepada kejaksaan senilai Rp50 Juta.

Uang ini, selanjutnya diserahkan ke rekening negara, sebagai pembayaran atas kewajiban Uang Pengganti. Sisanya wajib dilunasi oleh Deyu.

Sementara itu, untuk Deliana, selain pidana penjara satu tahun dua bulan, juga dikenakan pidana denda Rp50 Juta, serta juga diwajibkan membayar uang pengganti senilai Rp 45 Juta.

Khusus untuk pidana pembayaran Uang Pengganti, secara langsung telah dilakukan oleh Deliana, karena sebelumnya telah mengembalikan kerugian negara sejumlah yang sama dititipkan ke kejaksaan.

Uang ini selanjutnya diperintahkan hakim untuk disetorkan ke kas negara oleh jaksa.

Atas vonis ini, keduanya termasuk JPU menyatakan pikir-pikir.

Sidang Pembacaan Vonis ini dilakukan secara bergantian. Deyu terlebih dulu mendengarkan vonis. Usai sidang ditutup, Deyu meminta izin kepada majelis hakim untuk berbicara.

Ia mengungkapkan, jika dirinya tak bersalah dalam perkara ini, dan menyerahkan keputusan kepada Allah.

"Pak hakim, saya yakin Allah Maha Mengetahui segalanya," ujarnya.

Vonis ini, lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa.‎ Deliana sendiri, dituntut dengan penjara selama 1 tahun 8 bulan, sedangkan Deyu dituntut pidana penjara 2 tahun 6 bulan penjara.

Sebelumnya, pada pembacaan tuntutan di persidangan, Senin (19/03/18) malam lalu, Jaksa menuntut Deliana membayar denda Rp 50 juta atau subsider 3 bulan kurungan.

Deliana tak dituntut pengembalian uang kerugian negara karena ia telah mengembalikannya ke kas negara melalui kejaksaan.

Sementara untuk Deyu, selain pidana penjara 2 tahun 6 bulan, juga dikenakan denda senilai Rp50 Juta subsidair 3 bulan kurungan.

Deyu juga mendapat tuntutan berupa mengganti uang kerugian negara sebesar Rp204 juta atau diganti hukuman penjara selama 8 bulan.

Seperti diketahui, perjalanan kasus dugaan kasus korupsi pemotongan dana Uang Persediaan (UP) dan Uang Ganti (UG) di Dispenda Riau ini, tidak berhenti pada Deyu dan Deliana saja.

Tiga terdakwa lainnya juga sedang menjalani sidang, ketiganya, Mereka adalah Syarifah Aspannidar, Deci Ariyetti dan Yanti.

Selain ketiganya, Kejati Riau juga telah menerbitkan Sprindik baru dalam pengembangan jasus serupa, hanya saja bekum ditetapkan siapa tersangkanya, yang pasti, jumlah pesakitan akan bertambah. [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :