Ancam Mogok Massal Di UN

Duit Transport Guru Bantu Rp850 Ribu, Kadisdik Pekanbaru: terbawa perasaan

Penulis : admin | Senin, 16 April 2018 - 23:16 WIB

NGADU - Puluhan Guru Bantu di lingkungan Pemko Pekanbaru, Senin (16/04/18) mengadukan persoalan intensif yang dipotong sebesar Rp550 Ribu oleh Pemko Pekanbaru. Guru bantu di Pekanbaru berharap agar DPRD Pekanbaru, melakukan mediasi agar hak para guru sesuai dengan hasil yang didapatkan | Istimewa

Beritariau.com Pekanbaru - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru, Abdul Jamal berdalih permasalahan yang disampaikan oleh guru atas pemotongan uang transport Rp 850 ribu dari Rp1,4 Juta hanya masalah miss komunikasi saja.

"Saya akan berusaha mencari solusi dari setiap permasalahan yang dikeluhkan guru dengan bantuan dari anggota DPRD Pekanbaru," Kata Jamal, saat melakukan pertemuan terbuka dengan puluhan guru dan DPRD, Senin (16/04/18).

Bahkan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, siap pasang badan dan menyetujui agar Peraturan Wali Kota (Perwako) yang dibuat oleh atasannya tersebut, untuk direvisi sesuai keinginan para guru.

"Bahkan saya sangat setuju dilakukan revisi Perwako yang mengatur tentang uang tunjangan guru, setelah adanya persetujuan dari Sekdako Pekanbaru. Ini sudah berkali-kali saya sampaikan, mohon bersabar," pinta Jamal.

Jamal mengklaim bahwa keadaan uang transportasi yang diterima guru juga dirasakan oleh Kepala Dinas (Kadis) yang ada di Pemko Pekanbaru. "Kadis juga baru menerima uang tersebut 1 bulan baru dicairkan," terangnya.

Terkait persoalan nasib guru Bahasa Inggris SD, atas keluarnya Kurikulum 13 dibantah oleh pihaknya. Menurutnya, hal itu baru sebatas wacana dan masih belum 100 persen dilaksanakan. 

"Jadi para guru tidak perlu cemas, karena jika nanti K-13 diterapkan 100 persen maka mereka akan diganti sebagai guru muatan lokal dan guru ekstrakurikuler. Program  K-13 di Pekanbaru ini baru berjalan 75 persen," tuturnya.

Sedangkan untuk masalah uang insentif bagi guru Agama dan MDTA yang merupakan kewenangan Kementerian Agama (Kemenag), Disdik Pekanbaru telah mengucurkan dana sebesar Rp 1,1 miliar setiap bulan yang diterima sekitar 3.600 orang guru. 

"Semoga ini bisa naik, tergantung rekomendasi dari TPAD Pekanbaru. Harapan saya, kawan-kawan guru ini jangan mudah tersulut emosi dan terbawa perasaan. Tolong pikirkan juga nasib 308 guru bantu kita, yang hingga kini belum gajian,"  pintanya.

Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Zulfan Hafis mengatakan, untuk menyelesaikan permasalahan ini maka pihaknya akan menggelar hearing lanjutan bersama Sekdako, BPKAD dan Kadisdik Pekanbaru yang akan mengundang 10 orang perwakilan guru. 

Pihaknya berharap, permasalahan ini bisa segera diselesaikan sehingga guru bisa fokus menjalankan tugasnya di sekolah.

"Penjelasan yang disampaikan Kadisdik cukup jelas, namun ketidakhadiran Sekdako dan BPKAD membuat permasalahan ini tidak bisa diputuskan pada pertemuan kali ini," Kata Zulfan.

Rencananya, pada Senin (23/04/18) depan, pihaknya akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menengahi persoalan yang dihadapi para guru bantu di Pekanbaru.

"Tolong berikan kami waktu. Nanti akan kita undangan kembali 10 orang bapak dan ibu guru, untuk menyelesaikan permasalahan ini hingga tuntas. Jadi sementara waktu, kita sama-sama bersabar," pungkasnya.

Ketegangan adanya pemotongan uang transport yang diterima guru bantu di Pekanbaru ini, membuat para pendidik tersulut emosi. Bahkan, para guru bantu ini mengancam apabila permintaan mereka tidak diakomodir, maka para guru mengancam akan melakukan aksi mogok mengajar sebagai bentuk kekecewaan guru terhadap Pemerintah Pekanbaru bertepatan pada Ujian Nasional tingkat SMP di Kota Pekanbaru. [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :