Gagal Temui Pelaku Pencabulan

Adiknya dihamili, Kakak bakar rumah pelaku

Penulis : admin | Minggu, 22 April 2018 - 15:31 WIB

ilustrasi

Beritariau.com, Inhil - Amarah RH (18), warga Kota Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), memuncak setelah usahanya mencari Y (17), pria yang menghamili adik kandungnya itu, menemui jalan buntu.

Ia pun membakar rumah Kam, orang tua Y,  yang berada di kawasan Jalan Prof M Yamin, Tembilahan. Meski sempat kabur, RH akhirnya ditangkap Polisi.

"Tersangka RH sudah diamankan pada Jumat (20/04/18) lalu‎ di rumahnya yang tak jauh dari TKP pembakaran. Ia dilaporkan pada Selasa (10/04/18) lalu sekitar pukul 23.30 wib, namun sempat kabur., kata Kapolres Inhil AKBP Christian Rony, Minggu (22/04/18).

‎Kejadian ini berawal saat RH, selaku Kakak korban, berusaha meminta tanggungjawab Y yang telah menghamili adik kandungnya yang berusia 14 tahun.

Adiknya, sudah 'berbadan dua' selama 5,5 bulan. Dan ternyata, Y memilih menikahi wanita lain, yang telah lebih dahulu dihamilinya.

RH pun mencari Y ke rumah orang tuanya, tempat Y tinggal. Disitu, Ia hanya menemukan R, istri Y.

"Sang istri menjawab, 'tidak tahu', saat ditanya keberadaan suaminya. Mendengar jawaban itu, RH lalu pergi menuju ke rumah abang kandung Y, berinisial M (24), masih di sekitar kawasan Jalan M Yamin. Tetapi M, juga tak mengetahui keberadaan Y,” terang Christian.

‎Merasa tak puas dengan jawaban keluarga Y, emosi RH memuncak dan memutuskan kembali ke rumah Kam. Namun kali ini, Ia membawa 1 botol bensin dan langsung masuk ke dalam rumah Kam.

"Ia membakar bagian pintu kamar, lemari pakaian, dan lantai dalam rumah. Lalu pergi meninggalkan rumah tersebut saat api masih menyala,” kata mantan Kapolres Manokwari, Polda Papua ini.

Ketika itu R, istri Y, hanya seorang diri berusaha memadamkan api. Walau sempat membakar dinding rumah, pintu lemari, gorden dan barang lainnya, namun api berhasil dipadamkan.

Kemudian, R memberitahu kejadian itu kepada mertuanya, Kam, yang saat itu sedang berada di Kelurahan Sungai Perak Kecamatan Tembilahan.

Lalu Kam melaporkan RH hingga akhirnya berhasil ditangkap.

"RH dijerat dengan pasal 187 KUHP, tentang tindak pidana pembakaran, dengan ancaman maksimal selama 12 tahun penjara,” terang Christian.
Sedangkan untuk kasus ‎pencabulan yang dilakukan Y terhadap adik RH, lanjut Christian, masih dalam proses penanganan.

Y sendiri, akhirnya diciduk pada Kamis (19/04/18) saat sembunyi di rumah saudaranya, jalan pelajar Kota Tembilahan. [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :