Polda Riau limpahkan kasus Awie Tongseng ke Jaksa

Penulis : user | Kamis, 26 April 2018 - 17:39 WIB

Ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau melimpahkan berkas perkara dan tersangka donatur Yayasan Wahidin di Kabupaten Rohil Provinsi Riau, Rajadi alias Awie Tongseng (54) ke penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Hadi Poerwanto mengatakan pelimpahan berkas dan tersangka atau tahap II tersebut dilakukan Kamis siang (26/4/2018).


"Berhubung pemberkasan telah lengkap maka proses tahap II telah kita lakukan hari ini," kata Hadi.


Ia mengatakan berkas yang menyeret Awi Tongseng tersebut merupakan perkara dugaan penggelapan yayasan sekolah Wahidin di Kota Bagan Siapi-api, Rokan Hilir dengan nilai total mencapai Rp4 miliar.


Sementara itu Kepala Seksi Penerangan Hukum Humas Kejaksaan Tinggi (Riau), Muspidauan membenarkan pelimpahan tahap II tersangka Awi Tongseng dari Polda Riau. 


"Kami menerima berkas perkara tahap II tersangka dan barang buktinya, usai semuanya diperiksa pengurusannya," kata Muspidauan.


Sementara itu, ia mengatakan setelah proses pemeriksaan administrasi dan test kesehatan dari timedis dilakukan, Kejati Riau langsung membawa tersangka untuk ditahan di Lapas Bagansiapiapi.


Kasus yang menyeret Awi sebenarnya bergulir cukup lama. Bahkan, Awie yang sebelumnya sempat ditahan Polda Riau pernah dibebaskan pada medio 2017 silam.


Pembebasan ini berdasarkan surat perintah pengeluaran tahanan nomor: SP. Han/09.e/IV/2017/Reskrimum. Surat itu diteken Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes Agus Santoso.


Dalam surat tersebut, diterangkan bahwa jangka waktu penahanan telah berakhir dan tidak dapat diperpanjang lagi sehingga, demi hukum, tersangka harus dikeluarkan dari ruang tahanan. Tersangka ditahan selama 60 hari sejak 20 Februari 2017.


Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, sempat memberikan komentar, perihal tersangka memang dibebaskan penyidik karena memang masa penahanan habis. Tapi kasus hukumnya tetap berlanjut. [don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :