Paniter PN Pekanbaru: Kami Sudah Beritahu JPU

Kejari Inhu tolak kembalikan Barang Bukti

Penulis : admin | Kamis, 26 April 2018 - 19:42 WIB

ilustrasi Jaksa Penuntut Umum

Beritariau.com, Inhu - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Indragiri hulu (Inhu) menolak mengembalikan sejumlah barang bukti (BB) perkara alih Fungsi Hutan dalam dugaan korupsi yang menyeret Satar Hakim.

Padahal, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, telah menyatakan Perkara nomor 78/Pid.sus-TPK/2017/PN Pbr, yang dituduhkan kepada Satar telah gugur demi hukum.

Dan memerintahkan agar BB nomor 1 sampai 57 dikembalikan kepada Masnidar, istri Satar. Dan BB lainnya, kepada Asasi dan Syukri, keponakan Satar. Satar sendiri, telah meninggal dunia pada Rabu, 31 Januari 2018.

Anehnya, ternyata PN Pekanbaru telah memberitahukan Penetapan itu ke keluarga terdakwa dan JPU.

Penetapan itu sendiri, dikeluarkan majelis hakim Pengadilan Tipikor di PN Pekanbaru yang diketuai Drs Arifin SH MHum, didampingi dua hakim anggota Suhanuddin SH MH dan Hendri SH MH pada  1 Februari 2018 lalu.

"Penetapan majelis hakim tersebut sudah diserahkan kepada istri terdakwa. Kita sudah bebrapa kali  memberitahu penetapan tersebut kepada JPU Kejaksaan Inhu, tapi JPU belum mengambilnya juga," ungkap Panitera Muda Tipikor Pekanbaru, Denni Sembiring, Kamis (26/04/18), di PN Pekanbaru.

Atas penetapan hakim, kata Denni, perkara Satar itu tidak bisa dilanjutkan lagi dan menggugurkan hak menuntut hukuman terhadap terdakwa Alm Satar Hakim serta mengembalikan seluruh barang yang disita oleh JPU dari terdakwa alm Satar yang meninggal dunia, seluruhnya dikembalikan ahli waris.

"Istri terdakwa dapat memperlihatkan penetapan tersebut kepada JPU, kalau ingin mengambil BB," tegasnya.

Ternyata, Masnidar, istri alm Satar telah berulang kali mendatangi PN Inhu dan menemui JPU untuk meminta BB yang disita.

Namun, JPU menolak menyerahkan barang sitaan tersebut kepada ahli waris almarhum Satar sesuai dengan penetapan hakim atas perkara Satar Hakim.

"Banyak alasan yang disampaikan JPU, intinya harta benda milik ahli waris tak mau dikembalikan oleh pihak Kejaksaan Inhu kepada ahli waris Satar Hakim. Meski surat penetapan sudah diperlihatkan dan foto copy sudah diserahkan kepada Jaksa," kata Mahyudin, adik almarhum Satar, didampingi Masnidar.

Sementara itu, JPU dalam perkara alm Satar, Rional Febri Rinando Napitupulu, mengaku bahwa pihaknya tak bisa mengembalikan seluruh benda sitaan dari alm Satar kepada ahli waris.

Rional berkilah belum mendapat salinan penetapan itu. "Kita belum mendapatkan salinan penetapan dari PN Pekanbaru. Memang ada Ahli Waris yang datang ke Kejaksaan Inhu, dan memperlihatkan surat penetapan dari hakim," jawabnya seperti dilansir Berazam.com. [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :