Kapolda Riau : Sabu-Sabu Berasal Dari Malaysia

Polres Bengkalis Sita Sabu-Sabu Ekstasi Senilai Rp70 Miliar

Penulis : user | Rabu, 02 Mei 2018 - 14:44 WIB

Beritariau.com, Pekanbaru - Kepolisian Resor Bengkalis berhasil menyita 55 kilogram sabu-sabu senilai Rp55 miliar dan 46.718 butir pil ekstasi senilai lebih dari Rp14 miliar dari tangan tiga tersangka yang diduga kuat bagian dari sindikat narkoba internasional. 

     
"Ini merupakan pengungkapan terbesar selama sejarah Polda Riau dengan jumlah 55 kilogram sabu-sabu dan 46.700 ekstasi," kata Kapolda Riau, Inspektur Jenderal Pol Nandang di Pekanbaru, Riau, Selasa (2/5/2018).

     
Nandang mengatakan terdapat tiga tersangka yang diamankan polisi dari pengungkapan tersebut. Ketiga tersanga pria tersebut masing-masing berinisial AN (27), DP (25) dan JU (25). 

     
Selain tiga tersangka diatas, Nandang mengatakan jajarannya turut menetapkan tiga pelaku lainnya sebagai buron. Mereka masing-masing RO, FI dan JF. Ketiga pelaku yang ditetapkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) itu diduga sebagai pengendali jaringan tersebut. 

     
"Barang ini (sabu-sabu) semua dari Malaysia. Tiga tersangka itu kurir, dan pemilik masih DPO. Kita masih punya pekerjaan besar," tuturnya. 

     
Sementara itu, Kapolres Bengkalis AKBP Yusuf Rahmanto menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja keras jajarannya, terutama Kapolsek Bengkalis Kota AKP Maitertika pada 25 April 2018 lalu.

     
Dia merincikan, pengungkapan itu berawal dari informasi akurat yang diterima jajaran Polsek Bengkalis Kota akan upaya pengiriman narkoba dalam jumlah besar melalui jasa angkutan travel di Pelabuhan Ro-Ro Bengkalis. 

     
"Anggota kita langsung melakukan penyelidikan dan benar ditemukan 25 paket sabu-sabu di simpan dalam koper. Di TKP itu kami juga turut menangkap dua tersangka DP dan J," urai Yusuf. 

     
Tidak ingin penangkapan besar berhenti sampai disana, ia mengatakan anggotanya kembali melakukan penyelidikan dan pengembangan. Hasilnya jajarannya kembali menyita 30 paket sabu-sabu di rumah RO, yang kini ditetapkan sebagai DPO. 

     
"Saat di rumah RO kami hanya menemukan tersangka AS. Kami masih memiliki pekerjaan rumah yang besar untuk mengungkap seluruh jaringan ini," ujarnya. 

     
Pengungkapan terbesar sepanjang sejarah yang dilakukan jajaran Polsek se Indonesia ini diklaim dapat menyelamatkan sekitar 275 ribu geberasi muda. Polisi menyatakan seluruh tersangka dijerat dengan Pasal 144 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal mati.

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :