Bos Travel Umrah Joe Pentha Wisata Dituntut Empat Tahun Penjara

Penulis : user | Selasa, 15 Mei 2018 - 22:01 WIB

Kantor JPW Pekanbaru

Beritariau.com, Pekanbaru - Yusuf Johansyah alias Joe, Bos travel umrah Joe Pentha Wisata (JPW) Pekanbaru, Provinsi Riau yang gagal memberangkatkan 700 lebih calon jamaah dituntut empat tahun penjara.

     
Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Riau, Syafril dalam sidang lanjutan  di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Selasa (15/5/18)  menyatakan terdakwa Joe terbukti bersalah melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

    
 "Menyatakan terdakwa Muhammad Yusuf Ibrahim, bersalah melanggar Pasal 378 KUHP. Menuntut terdakwa dengan penjara selama empat tahun," kata JPU membacakan amar tuntutan di hadapan majelis hakim yang diketuai Hakim Toni Irfan. 

     
JPU menyebut bahwa perbuatan Joe telah merugikan ratusan calon jemaah yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Riau, dan telah membayar uang pendaftaran untuk beribadah ke tanah suci. 

     
Mendengar tuntutan itu, terdakwa hanya hanya tertunduk lesi, dan langsung menyampaikan mengajukan pembelaan atau pledoi setelah berkoordinasi dengan penasehat hukumnya.

     
"Silahkan siapkan pembelaan dari terdakwa," ujar Hakim seraya menyatakan bahwa sidang pembelaan digelar pada pekan depan. 

     
Dalam dakwaannya, JPU menyebut perbuatan Jo terjadi pada tahun 2014-2017 dimana Jo selaku pemilik dan pimpinan Joe Pentha Wisata tidak memberangkatkan ratusan calon jemaah sementara mereka telah menyetor uang sebesar Rp23 juta per orang. 

     
Terdakwa yang mulai kesulitan mengatur uang jemaah berusaha menutupi biaya perjalanan dengan tetap menerima pendaftaran. 


Uang pendaftaran calon jemaah baru itu kemudian digunakan terdakwa untuk memberangkatkan calon jemaah lain. 

     
Akibatnya, terdakwa kesulitan keuangan hingga gagal memberangkatkan ratusan jemaah. Jo sempat didemo oleh nasabahnya lantaran sikap plin plan dan sering menunda-nuda keberangkatan dengan beragam alasan. 

 

Bahkan, Jo langsung diseret ke Polda Riau oleh calon jemaahnya akibat perbuatan terdakwa yang tidak kunjung memberikan kejelasan 2017 lalu. 

      
Terdakwa diduga menyebabkan kerugian dana nasabah hingga mencapai Rp3,9 miliar. 


Dalam penyidikan, selain melakukan pemeriksaan saksi-saksi, Penyidik Polda Riau juga telah menyita sejumlah bukti berupa dokumen dan perlengkapan umrah dari penggeledahan yang dilakukan di Kantor JPW di Jalan Panda Kelurahan Sukajadi, Pekanbaru.

    
Padahal, dari sejumlah korban yang melapor ke Polda Riau terungkap beberapa dari mereka harus rela menjual kebun atau aset berharga lainnya untuk dapat beribadah ke tanah suci. [don] 

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :