Hubungan "Mesra" Peracik Bom Unri dan Penyerang Mapolda Riau

Penulis : user | Selasa, 05 Juni 2018 - 14:14 WIB

Beritariau.com, Pekanbaru- Kepolisian Daerah Riau mengungkap hubungan "mesra" antara Z, terduga teroris yang ditangkap di Universitas Riau dengan Pak Ngah, pentolan Jamaah Ansharut Dhaulah (JAD) yang menyerang Mapolda Riau beberapa waktu lalu. 

     
Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Sunarto di Pekanbaru, Selasa (5/6/2018), menjelaskan salah satu bukti hubungan dekat keduanya ditandai dengan rencana penyerangan ke Mapolda Riau beberapa waktu lalu. 

     
Saat itu, kata Sunarto, Pak Ngah yang tewas dilumpuhkan timah panas dalam serangan tersebut sempat memesan bom kepada Z untuk menyerang Mapolda Riau. 

     
"Namun demikian dijawab Z ada agenda lain. Sehingga permintaan belum dipenuhi," ujarnya. 

     
"Kemudian kalau dikaitkan Z pernah dimintai pesanan bom oleh Pak Ngah, tentu mereka punya hubungan spesial. Dekat. Tidak mungkin kalau tidak dekat bisa pesan bom," lanjutnya. 

     
Meski begitu, dia mengatakan Polisi masih terus mendalami keterangan Z, dan dua rekannya OS alias K dan EB alias B yang saat ini masih ditahan di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru. 

     
Keterangan itu, lanjutnya, termasuk untuk menentukan status K dan EB yang saat ini masih sebagai saksi, sementara Z terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka. 

     
Lebih jauh, Sunarto menjelaskan bahwa dari penggerebekan dan penangkapan Sabtu kemarin (2/6) tersebut, Polisi turut menyita sejumlah barang bukti lain, selain empat bom, bahan peledak serta busur dan anak panah. 


Barang bukti itu adalah buku-buku dan video yang berkaitan dengan ISIS.  

     
"Iya ada beberapa (bukti video dan buku terkait ISIS). Sudah diamankan," tuturnya. 

     
Tiga orang terduga teroris masing-masing berinisial Z, B, dan K ditangkap tim gabungan di Gedung Gelanggang Mahasiswa, Kampus Fisip, Universitas Riau, Sabtu siang. 

     
Ketiga terduga tersebut masing-masing merupakan alumni jurusan Pariwisata, Komunikasi dan Administrasi Negara tahun angkatan 2002 hingga 2005 di Fisip, Univeritas Riau. 

     
Dari tangan ketiganya, Polisi menyita empat unit bom rakitan yang memiliki daya ledak tinggi. 


Selain itu, Polisi juga menyita sejumlah bahan pembuat bom dari gedung yang sejatinya merupakan sekretariat bersama kelembagaan mahasiswa tersebut. 

Rektor Unri Akui Kecolongan Disusupi Terduga Teroris

 

 Rektor Universitas Riau, Profesor Dr Aras Mulyadi mengakui telah kecolongan keberadaan terduga teroris yang menginap di areal kampus selama satu bulan, dan bahkan hingga meracik bom di perguruan tinggi negeri tersebut. 

     
"Kami akui kecolongan, karena memang sebelumnya tidak ada yang mencurigakan," kata Aras usai kegiatan Deklarasi Menolak Radikalisme.

     
Dia mengakui terdapat beberapa kelemahan peraturan kampus Unri sehingga rawan disusupi oleh terduga teroris. 


Salah satu diantaranya adalah aktivitas mahasiswa yang selama ini kerap menginap di lingkungan kampus. 

     
Untuk itu, ke depan dia mengatakan aktivitas serupa akan dievaluasi, termasuk menginap di areal kampus. "Kecuali untuk kegiatan akademis yang bia kami tolerir ya," ujarnya. 

     
Pasca kejadian tersebut, Aras mengatakan pimpinan kampus serta kemahasiswaa sepakat untuk mengambil beberapa langkah cepat. Diantaranya adalah memperketat penjagaan areal kampus Unri. 

     
"Kita koordinasi dengan seluruh civitas akademik dan lembaga kemahasiswaan untuk mencegah kejadian serupa terulang," ujarnya.

     
Selanjutnya, untuk jangka panjang dia mengatakan pihaknya akan membenahi perangkat-perangkat peraturan, tata laksana di kampus dan pendampingan berbagai kegiatan, baik yang dilakukan mahasiswa maupun oleh civitas akademik. 

     
"Kemudian kita juga akan mengontrol penggunaan fasilitas yang ada di kampus. Kita perlu mendata kalau ada warga lain yang masuk ke kampus, apalagi menginap," ujarnya. 

     
Dirinya berharap beberapa langkah tersebut dapat mencegah terulang kembalinya paparan radikalisme menyusup ke wilayah kampus, terutama di Unri. [don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :