KPK Periksa Delapan Saksi Dugaan Tipikor Bengkalis

Penulis : user | Selasa, 05 Juni 2018 - 20:54 WIB

Syarifuddin Usai menjalani pemeriksaan KPK di Brimob Polda Riau

Beritariau.com, Pekanbaru- - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa delapan orang saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan jalan di Bengkalis, Selasa (5/6/2018).


Pemeriksaan tersebut dilakukan di Markas Komando Brigade Mobil Kepolisian Daerah Riau, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kota Pekanbaru. 

 

Pemeriksaan itu digelar di salah satu ruang utama Gedung Utama Brimob, dengan beberapa penyidik terlihat tengah memintai keterangan para saksi yang memenuhi panggilan. 

     
Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan total terdapat delapan orang saksi yang diperiksa hari ini. 


Dia menuturkan bahwa pemeriksaan tersebut terkait dengan penyidikan dalam kasus di Kabupaten Bengkalis. 

     
"Pemeriksaan terhadap delapan saksi di Brimob Polda Riau terkait penyidikan dalam kasus Bengkalis," ujarnya. 

     
Meski begitu, Febri enggan menyebutkan nama-nama saksi yang diperiksa oleh penyidik lembaga anti rasuah tersebut. 

     
Dia hanya menuturkan bahwa saksi yang diperiksa terdiri dari pegawai Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkalis.

     
"Nama saksi tidak bisa disampaikan. (Akan tetapi) unur saksi dari pegawai di Pokja ULP dan Dinas PUPR," jelasnya. 

     
Pada 1 Juni 2018 lalu, KPK telah melakukan penggeledahan di rumah dinas Bupati Bengkalis, Amril Mukminin. 


Penggeledahan ini terkait dengan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Riau tahun 2013-2015.

     
Dari penggeledahan itu, penyidik menemukan uang Rp1,9 miliar yang diduga terkait kasus proyek jalan di Bengkalis ini.

     
"Dari lokasi tersebut ditemukan uang sekitar Rp1,9 miliar yang akan didalami lebih lanjut keterkaitannya dengan perkara yang sedang ditangani," ujar Febri aat itu.

     
Dalam perkara ini, KPK sebelumnya sudah menetapkan Sekretaris Daerah Kota Dumai Provinsi Riau Muhammad Nasir sebagai tersangka korupsi proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Ngiris, di Kabupaten Bengkalis tahun anggaran 2013-2015. 

     
Selain Nasir, KPK juga menetapkan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction berinisial HOS sebagai tersangka. 

     
M Nasir dan Hobby diduga secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dalam proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter.

     
Akibat perbuatan kedua tersangka, keuangan negara ditaksir menderita kerugian hingga Rp80 miliar dari anggaran yang disebut menelan sekitar Rp495 miliar.

 

Pengakuan Saksi Terperiksa KPK Syarifuddin

Mantan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkalis, Syarifuddin yang menjadi salah satu terperiksa membenarkan bahwa penyidik anti rasuah sedang mengejar penyidikan kasus proyek peningkatan jalan di Pulau Rupat.


Dirinya mengaku dimintai keterangan sebagai saksi berkaitan proyek Jalan Batu Panjang - Pangkalan Nyirih di Bengkalis, tahun anggaran 2013 -2015. 


Namun dirinya tidak banyak berkomentar terkait materi pemeriksaan. 


Dia hanya menjelaskan bahwa pemeriksaan itu merupakan lanjutan yang sebelumnya, setelah beberapa waktu lalu dia sempat diperiksa penyidik KPK.


"Iya, mengulang yang dulu, kan saya pernah diperiksa juga," 
 [don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :