Polda Riau Siagakan 1.399 Personel Lancarkan Arus Mudik

Penulis : user | Rabu, 06 Juni 2018 - 17:30 WIB

Beritariau.com, Pekanbaru - Kepolisian Daerah Riau menyiagakan 1.399 personel dan membentuk 56 pos pelayanan serta pos pengamanan guna mengamankan jalur mudik dalam Operasi Ketupat Muara Takus 2018. 

     
"Total personel kita 1.399 orang. (Ditambah) dari Dinas atau unsur instansi lainnya menjadi 1.907 orang," kata Kepala Kepolisian Daerah Riau, Inspektur Jenderal Polisi Nandang usai apel gelar pasukan bersama TNI di halaman kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, Rabu (6/6/2018).

     
Nandang mengatakan seluruh personel gabungan tersebut mulai bertugas menjalankan Operasi Ketupat Muara Takus berlangsung mulai 7 Juni 2018 hingga 18 hari mendatang. 

     
Dalam kegiatan gelar pasukan itu, Nandang mengakui akan adanya potensi ancaman terorisme, seperti yang terjadi dan terungkap di Provinsi Riau beberapa waktu terakhir. 

     
Untuk itu, dalam Operasi Ketupat Muara Takus 2018 dirinya menekankan kepada seluruh kepala Satuan wilauyah untuk terus melakukan deteksi intelijen. 

     
"Kasatwil juga harus mampu melakukan penegakan hukum secara tegas, melalui peran satgas anti teror," urainya. 

     
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Rudi Syarifudin merincikan terdapat 38 pos pengamanan dan 18 pos pelayanan yang didirikan di seluruh Riau guna menghadapi arus mudik dan balik 2018. 

     
Dia menjelaskan setiap pos pelayanan yang didirikan, harus mencakup seluruh fasilitas baik kesehatan, bengkel, hingga rumah makan. 

     
"Pos Pelayanan harus memiliki fasilitas lengkap, dari sisi kesehatan, kemudian bengkel, lalu ada rumah makannya. Semuanya demi kenyamanan pemudik," ujarnya. 

     
Nantinya, dia mengatakan pos pelayanan tersebut akan difokuskan pada jalur barat menuju Sumatera Barat. 


Menurut dia, hasil pemetaan dan analisa dari kegiatan mudik yang dilakukan beberapa tahun terakhir, jalur barat merupakan jalur yang paling sibuk. 

      
"Kita akan siapkan pos-pos barat dimana kepadatan arus mudik (dominan) di wilayah barat," ujarnya. 

     
Selain menyiapkan pos pelayanan dan pengamanan, Kombes Rudi yang baru-baru ini memperoleh penghargaan pin emas dari Kapolri karena menembak mati tiga teroris mengatakan Polisi juga telah memetakan titik rawan bencana, terutama longsor di jalur barat. 

     
"Ada dua titik rawan di sana menuju Sumbar. Kita antisipasi itu dengan koordinasi bersama instansi terkait serta menyiapkan jalur-jalur alternatif," tuturnya. 

     
Dirinya berharap, dengan segala persiapan yang dilakukan Polda Riau bersama dengan TNI dan seluruh dinas terkait dapat membantu melancarkan kegiatan arus mudik lebaran 2018. 


Musnahkan 56 Kilogram Sabu-Sabu
 

Sementara itu, usai kegiatan Gelar Pasukan, Polda Riau memusnahkan sebanyak 56,65 kilogram sabu-sabu, 42.702 butir pil ekstasi yang merupakan hasil pengungkapan dari 13 orang tersangka sepanjang dua bulan terakhir. 

     
"Barang bukti narkoba yang dimusnahkan merupakan hasil dari kinerja Polda Riau dan Polresta Pekanbaru," Kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Sunarto.

     
Ia mengatakan pemusnahan tersebut dilakukan di halaman Gubernur Riau, usai kegiatan gelar pasukan Operasi Ketupat Muara Takus 2018. 

     
Pemusnahan dilakukan dengan cara mencampurkan serbuk haram sabu-sabu tersebut dengan menggunakan air. Sementara itu, ribuan ektasi dimusnahkan dengan menggunakan blender. 

     
Selain memusnahkan sabu-sabu dan ekstasi, Polda Riau turut memusnahkan lebih dari 3.000 botol minuman keras yang merupakan hasil operasi kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (K2YD) 2018 beberapa waktu lalu. 

     
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Nandang menuturkan jajarannya berhasil mengungkap sebanyak 581 perkara tindak pidana narkotika sepanjang Januari-Mei 2018, dengan total barang bukti mencapai 159,17 kilogram sabu-sabu senilai ratusan miliar rupiah. 

     
"Kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan," katanya. 

     
Nandang bahkan mengatakan bahwa sepanjang 2017 lalu, Polda Riau dan jajaran hanya menyita 120 kilogram sabu-sabu dari ratusan kasus yang diungkap. 

     
Sementara, selama lima bulan pertama 2018 ini, dia menuturkan angkanya meningkat sangat signifikan hingga mencapai 159 kilogram sabu-sabu. Selain itu, dia juga mengatakan jajarannya turut menyita narkoba jenis ekstasi yang mencapai 101.992 butir dan 28,9 kilogram ganja kering. 

     
Berdasaran data yang dirilis oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, Polres Bengkalis merupakan jajaran yang berhasil mengungkap kasus narkoba jenis sabu-sabu terbanyak mencapai 87 kasus dengan 117 tersangka. 

     
Polres Bengkalis juga berhasil menyita 62,98 kilogram sabu-sabu, atau menjadi satuan wilayah dengan barang bukti sabu-sabu terbanyak. 

     
Selanjutnya Direktorat Reserse Narkoba menempati posisi kedua dengan barang bukti mencapai 57,7 kilogram sabu-sabu dari 42 perkara, Polres Dumai 21 kilogram sabu-sabu, Polresta Pekanbaru 11 kilogram sabu-sabu dan Polres Rokan Hilir 3,6 kilogram sabu-sabu. [don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :