RZ dan Thamsir "Nyoblos" di Lapas Pekanbaru

Penulis : user | Rabu, 27 Juni 2018 - 15:43 WIB

Suasana pemungutan suara di Lapas Pekanbaru

Beritariau.com, Pekanbaru - Dua mantan kepala daerah yang kini menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan Klas IIA Pekanbaru memberikan hak suaranya pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Riau. 

     
"Di sini ada dua mantan kepala daerah yang memberikan hak pilihnya," kata Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dana Anak Didik Lapas Pekanbaru, Yusuf Gunawan, Rabu (27/6/2018).

     
Ia menjelaskan kedua mantan kepala daerah tersebut masing-masing adalah Rusli Zainal dan Thamsir Rachman. 

     
Rusli Zainal atau RZ, merupakan mantan Gubernur Riau yang terjerat kasus suap kehutanan dan proyek PON Riau pada 2014 divonis 14 tahun penjara menjalani masa hukuman di Lapas Pekanbaru. 

     
Sementara Thamsir Rachman, mantan Bupati Indragiri Hulu, merupakan terpidana delapan tahun penjara dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan juga menginap di hotel prodeo tersebut.

     "Pak Thamsir sudah tadi pagi-pagi sekali memberikan hak suaranya. Pak RZ juga sudah," kata Yusuf. 

   
 Berdasaran data daftar pemilih tetap (DPT) yang dikeluarkan KPU, Thamsir Rachman (68) berada di posisi nomor satu untuk memberikan hak pilih. Sementara Rusli Zainal, tidak tercantum dalam DPT. 

   
Sehingga Rusli memilikikesempatan untuk memilih dengan menunjukkan KTP elektronik kepada petugas pada pukul 11.00 WIB siang.

     
Secara keseluruhan, sebanyak 176 Napi Lapas Klas IIA Pekanbaru menggunakan hak pilihnya pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Riau, Rabu, 27 Juni 2018 hari ini.

     
Para narapidana (Napi) berbagai tindak pidana tersebut memberikan hak suaranya di Gedung Ruang Pertemuan Saharjo, atau gedung utama yang berada di tengah-tengah bangunan Lapas yang saat ini dalam kondisi over kapasitas tersebut. 

     
Di sisi luar gedung, tertera tulisan bahwa tempat pemungutan suara (TPS) itu bernomor 24, Kelurahan Tangkerang Utara, Bukit Raya. 

     

Sementara itu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Syamsuar dan Edy Nasution unggul jauh di tempat pemungutan suara (TPS) khusus lembaga pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Kota Pekanbaru. 

     
"Perhitungan suara di TPS 24 Lapas Pekanbaru telah selesai dilakukan. Sebanyak 142 warga binaan kita yang turut memberikan hak pilih hari ini," kata Yusuf.

     
Berdasarkan hasil perhitungan suara yang dilakukan Rabu siang, pasangan Syamsuar dan Edy yang diusung PAN, PKS dan Nasdem mengantongi 67 suara. 

     
Selanjutnya pasangan petahana Arsyadjuliandi Rachman dan Suyatno mengantongi 32 suara. Jumlah suara yang sama juga diperoleh oleh pasangan Firdaus dan Rusli Effendi. 

     
Sementara pasangan Lukman Edy dan Hardianto mengantongi enam suara. 

     
Secara umum, Yusuf mengatakan terdapat 142 warga binaan Lapas Pekanbaru yang memberikan hak pilihnya hari ini. Dari angka tersebut, sebanyak lima suara dinyatakan tidak sah. 

     
Sejatinya, terdapat 176 narapidana yang sedang menjalani hukuman di hotel prodeo Lapas Pekanbaru diberikan kesempatan untuk memberikan suaranya hari ini.

Yusuf mengatakan pihaknya juga telah memberikan sosialisasi kepada warga binaan untuk turut memberikan suaranya. 

     
"Tapi semuanya tergantung kesadaran mereka," ujarnya. 

     
Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Lapas Pekanbaru sendiri dijaga ketat oleh aparat kepolisian setempat. Beberapa polisi terlihat siaga di sejumlah titik. [don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :