Pemilih Perempuan Lebih Banyak Gunakan Hak Suara

Penulis : user | Kamis, 28 Juni 2018 - 16:31 WIB

 Beritariau.com, Pekanbaru - Tingkat partisipasi pemilih perempuan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2018 lebih tinggi dibanding pemilih berjenis kelamin laki-laki. 

     
Berdasarkan data yang dihimpun dari situs resmi infopemilu.kpu.go.id milik Komisi Pemilihan Umum pada Kamis pukul 16.00 WIB, dari 1,38 juta pemilih Riau, 856.729 ribu diantaranya menyalurkan hak suaranya atau setara 66,77 persen. 

     
Sementara dari total 1,4 juta pemilih laki-laki yang terdata pada daftar pemilih tetap (DPT) KPU Riau, hanya 57,71 persen yang menggunakan hak pilihnya atau sebanyak 823.624 orang. 

     
Meski begitu, angka tersebut berpotensi berubah mengingat hingga Kamis petang jumlah suara masuk yang diakses laman web tersebut baru sebesar 78.58 persen dari total 12.048 tempat pemungutan suara di seluruh Provinsi Riau. 

     
Sementara itu, berdasarkan pantauan dari situs tersebut, pasangan nomor urut 1, Syasmuar-Edy Nasution, untuk sementara unggul dari tiga pesaingnya pada Pemilihan Gubernur Riau 2018

     
Syamsuar-Edy Nasution sejauh ini telah mengantongi 40,67 persen suara. Jumlah suara tersebut untuk sementara melampaui pasangan nomor urut 2 Lukman Edy-Hardianto yang mendapatkan suara 14,47 persen, dan pasangan nomor urut 3 Firdaus-Rusli Effendi 19,99 persen suara. 

     
Pasangan nomor urut 4, yang tak lain adalah petahana gubernur, Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno meraih suara 24,88 persen.

     
KPU menyatakan bahwa angkat itu merupakan hasil pada hitung cepat KPU berdasarkan entri Model C1 apa adanya yang masuk ke KPU Provinsi Riau. Hasil pada hitung cepat merupakan hasil sementara dan tidak bersifat final.

     
Meski penghitungan suara versi hitung cepat KPU masih berlangsung, dua Paslon sudah mengklaim menjadi pemenang berdasarkan perhitungan masing-masing. Paslon Syamsuar-Edy Nasution menggunakan hitung cepat (quick count) lembaga riset dan konsultan politik Polmark Indonesia, yang menyatakan kandidat nomor urut 1 itu menang dengan perolehan suara 38,17 persen.

     
Sementara itu, pasangan Lukman Edy-Hardianto mendapat suara 17,25 persen, Firdaus-Rusli Effendi (20,23 persen), dan  petahana Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno (24,35 persen).

     
Hitung cepat Polmark menggunakan metodologi "systemic random sampling" sebanyak 350 sampel TPS dengan  tingkat kesalahan (margin of error) mencapai plus minus 1 satu persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.

      
Sementara itu, Tim Koalisi Paslon Firdaus-Rusli juga mengklaim meraih kemenangan dengan meraih 36,3 persen suara. Optimisme ini mencuat berdasarkan hasil penghitungan langsung oleh tim pemenangan paslon yang diusung oleh Partai Demokrat dan PPP itu, di 12 kabupaten/kota yang masuk ke pusat data posko koalisi hingga dini hari setelah hari pemungutan suara pada 27 Juni.

      
Dalam perhitungan versi tim pasangan nomor urut 3 itu, Syamsuar-Edy meraih suara 33,4 persen, Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno (16,5 persen), dan Lukman Edy-Hardianto (11,6 persen). Mereka mengklaim data tersebut berasal dari 980 TPS. [don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :