Kader: Cari Pimpinan yang Lincah

Pertama kali Golkar tumbang di Pilgub Riau, Kader khawatir..

Penulis : admin | Jumat, 29 Juni 2018 - 17:37 WIB

istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Riau, yang merupakan Petahana, Arsyadjuliandi Rahman dan pasangannya Suyatno (Bupati Rokan Hilir, red), akhirnya keok Pilgub Riau.

Untuk pertama kalinya, Calon yang diusung Partai Golkar tumbang dalam Pilkada Langsung Gubernur Riau.

Padahal, tercatat, mantan Gubernur Riau Rusli Zainal, sukses menjabat untuk periode kedua di Pemilihan langsung melalui Partai Golkar yang dipimpinnya.

Kemudian dilanjutkan dengan mantan Bupati Rokan Hilir Annas Maamun yang jadi Ketua DPD Golkar Riau, sukses duduk di Kantor Gubernur Riau diusung Partai Golkar.

Kemenangan tersebut selalu diikuti dengan suara terbanyak di Pemilihan Umum Legislatif.

Sayangnya, kali ini, untuk pertama kali, Kader Utama Golkar di Riau tumbang. 

Dari hitung cepat KPU Pilkada 2018, adalah paslon nomor urut 1, Syamsuar-Edy Nasution yang diusung partai PAN, Nasdem dan PKS, yang sukses mengalahkan jagoan Partai Golkar dan PDIP tersebut.

Hal itu terlihat dari  situs resmi Komisi Pemilihan Umum, infopemilu.kpu.go.id Jumat (29/06). Suara yang masuk 92,18 persen. Selisih suara antara paslon nomor urut 1 dengan paslon 4 sekitar 14 persen lebih.

Dari awal hitung cepat versi KPU, pasangan Syamsuar dan Edy Natar Nasution tetap unggul di Pilkada Riau 2018 ini. Kedua pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, melawan 3 paslon lainnya.

"Perolehan suara Syam-Edy sebanyak 764.378 suara atau sekitar 39,35 persen. Paslon nomor 2 (Lukman Edy-Hardianto) perolehan suara 311.711 atau sekitar 16,05 persen," tertulis di situs resmi KPU.

Sedangkan paslon nomor 3, (Firdaus-Rusli) memeroleh suara 384.066 atau meraiah 19,77 persen.

Paslon nomor 4 (Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno) memperoleh 482.238 atau meraih 24,83 persen.

Dalam situs resmi KPU disebutkan juga bahwa hitungan cepat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat guna mengetahui hasil Pilkada serentak 27 Jumi 2018 secara cepat dan transparan di seluruh wilayah yang menyelengaran Pilkada.

Dituliskan, data hasil pada hitungan cepat berdasarkan entri Model C1 ada adanya. Hasil hitungan cepat merupakan hasil sementara dan tidak bersifat final.

"Jika terdapat kesalahan pada model C1 akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi di tingkat atasnya," demikian tertulis.

Dalam hitungan cepat di Pilgub Riau hingga hari ini, disebutkan data yang masuk sekitar 92,18 persen dari seluruh TPS yang ada. Saat ini sudah 11.106 TPS dari 12.048 TPS.

Untuk partisipasi pemilih laki-laki sebanyak 57,69 persen, atau sekitar 966.054. Dan untuk pemilih perempuan yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 996.645 atau 61,40 persen.

Total warga yang mencoblos di Riau hanya 59,70 persen, sisanya tidak memilih.  Sementara suara total pemilih sebanyak 1.986.414, dari jumlah itu, suara sah sebanyak 1.939.942, dan suara yang tidak sah 47.815.

Seperti diketahui, agenda Politik selanjutnya usai Pilkada serentak adalah Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden secara serentak di tahun 2019.

Keoknya Golkar di lumbung suara Provinsi Riau ini, diprediksi bakal berdampak pada perolehan suara di Pileg dan Pilpres mendatang.

Kekhawatiran pun mulai bermunculan. "Pileg terancam dan Golkar harus diselamatkan. Caleg Golkar akan khawatir tak terpilih jika pimpinannya begini. Harus secepatnya diganti dengan yang agresif dan lincah," ungkap Ucok, salah satu kader Golkar, Jumat Sore. [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :