Kesaksian Ketua RT Kepribadian Simpatisan ISIS Pekanbaru

Penulis : user | Senin, 02 Juli 2018 - 17:18 WIB

RH Simpatisan ISIS Pekanbaru

Beritariau.com, Pekanbaru - Yudasril, ketua RT 01 RW 01 Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan, Pekanbaru mengaku RH, simpatisan kelompok radikal ISIS yang ditangkap tim gabungan Polda Riau tertutup dan tidak bersahabat. 

     
"Wajahnya agar seram dan sulit saat dimintai identitas dirinya," kata Yudasril di rumahnya, Senin. 

     
Yudasril mengatakan bahwa sebelum penangkapan dan penggerebekan berlangsung, dirinya tidak begitu mengenali RH, pria berusia 21 tahun yang ditangkap atas dugaan sebagai simpatisan ISIS. 

     
Namun, dia menuturkan telah beberapa kali berusaha meminta identitas diri, termasuk kartu keluarga meski hal itu tidak kunjung dituruti. 

     
Dia menjelaskan RH juga tidak pernah melapor ke dirinya saat mulai menempati rumah petak di Gang Hidayah, Jalan Cipta Karya, enam bulan lalu. 

     
"Justru yang melapor itu ibunya dia. Tapi saat itu ibunya juga tidak membawa identitas diri dan berjanji akan segera memberikan ke saya. Tapi sampai sekarang tidak pernah diberikan," ujarnya. 

     
Dia mengatakan bahwa di rumah petak tersebut dihuni oleh RH, adiknya RF dan ibu kandungnya. Namun, ibu RH lebih banyak menghabiskan waktu di Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat. 

     
Sementara itu, dalam penangkapan tersebut, RF juga turut diamankan Polisi. Namun, RF hanya berstatus sebagai saksi, sementara RH telah ditetapkan sebagai tersangka. 

     
Penangkapan RH sendiri berawal saat polisi menyelidiki kasus pembunuhan yang terjadi pada medio Ramadhan 2018 lalu. Polisi awalnya tidak mengetahui jika RH merupakan simpatisan ISIS setelah dari penggeledahan itu mengamankan empat bendera ISIS dan sejumlah cakram padat. 

     
Sebelum penangkapan berlangsung pada Minggu malam tadi (1/7), Yudasril mengatakan sejumlah polisi mendatangi dirinya. 

     
"Polisi meminta bantuan saya agar memastikan apakah ada warga bernama RH. Dia tunjukkan juga fotonya ke saya," ujarnya. 

     
Yudasril kemudian berupaya menemui RH, dan dia mengatakan bahwa RH sosok yang menyeramkan dengan postur tubuh besar serta rambut gondrong. 

     
"Wajahnya seram, rambut gondrong dan identitasnya ngga jelas," kata Yudasril mengulangi penilaiannya lagi saat ditanya sosok RH. 

     
Lebih jauh, Yudasril juga tidak mengetahui bahwa warganya itu terlibat jaringan radikal ISIS. Dia mengatakan saat ditemui Polisi, dia hanya diberitahu warganya itu terlibat kasus pembunuhan. 

     
Saat ini RH masih diamankan di Mapolresta Pekanbaru. Kapolda Riau Inspektur Jenderal Nandang mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Detasemen Khusus 88 Antiteror pasca penangkapan tersebut. [don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :