Belasan F-16 dan Hawk 100/200 Latihan Tempur di Langit Riau

Penulis : user | Jumat, 06 Juli 2018 - 14:39 WIB

Ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Sebanyak 17 unit pesawat tempur jenis Hawk Black Panther 100/200 dan F16 Fighting Falcon terlibat latihan bersama Mission Oriented Training (MOT) di langit Provinsi Riau. 

     
Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsekal Pertama Age Wiraksono di Pekanbaru, Jumat (6/7/2018) mengatakan kegiatan MOT tersebut melibatkan tiga Skadron Udara. 

     
"Tiga Skadron Udara terlibat dalam MOT masing-masing dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru dan Supadio Pontianak," katanya di Pekanbaru. 

    
 Ia menjelaskan latihan tempur MOT tersebut bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesiapsiagaan guna menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

     
Skadron udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin mengirim delapan pesawat F16 Fighting Falcon dalam latihan yang digelar sejak 2 Juli dan berakhir pada 6 Juli hari ini. 

     
Sementara Skadron Udara 12 dengan Hawk 100/200 Black Panther yang bermarkas di Lanud Roesmin Nurjadi mengirim empat unit jet tempur, serta terakhir lima Hawk 100/200 dari Skadron Udara 1 ditambah dengan satu Helikopter Puma TNI AU.

     
"Selain 17 jet tempur, latihan tersebut juga turut melibatkan 350 personel," tuturnya. 

     
Para personel yang terlibat dalam latihan reguler tersebut terdiri dari para penerbang, ground crew, personel GCI (Ground Control Intercept)  dari beberapa Komando Sektor Pertahanan Udara  Nasional (Kosekhanudnas) hingga para pendukung lainnya.

     
Age menjelaskan melalui latihan ini diharapkan dapat memberikan bekal dan pengalaman serta meningkatkan pemahaman para prajurit. 

     
"Sehingga kemampuan prajurit semkain baik dalam bekerja sama antara penerbang yang mengoperasikan alutsista dengan Platform yang berbeda-beda secara terpadu melaksanakan operasi udara yang memiliki kompleksitas tinggi," urainya. 

     
Selain itu, Dari latihan ini diharapkan juga dapat meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan dari seluruh alutsista dan personel yang terlibat didalamnya, mulai dari para penerbang, ground crew hingga personel GCI (Ground Control Intercept) dan juga pendukung.

     
Latihan tersebut juga sempat ditinjau langsung oleh Kaskoopsau I Marsma TNI Henri Alfiandi, yang menekankan pentingnya keselamatan seluruh prajurit yang terlibat dalam latihan tersebut. [don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :