Insiden Teror Penembakan Lapas Pekanbaru

Lapas Pekanbaru Dihuni Napi "High Risk"

Penulis : user | Senin, 09 Juli 2018 - 21:42 WIB

Beritariau.com, Pekanbaru - Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Pekanbaru saat ini dihuni oleh sejumlah terpidana bandar dan sindikat narkoba, yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi atau high risk.

     
Kepala Lapas Pekanbaru, Yulis Sahruza di Pekanbaru, Senin (9/7/2018) menjelaskan sedikitnya sembilan terpidana narkoba dengan hukuman maksimal berada di Lapas berkapasitas 700 orang namun dihuni lebih dari 1.500 orang tersebut. 

   
 "Ada delapan Napi yang putusannya mati dan seumur hidup. Ditambah satu lagi kemarin yang juga seumur hidup," katanya. 

     
Dia menjelaskan seluruh Napi kasus narkoba dengan hukuman maksimal tersebut memberikan ancaman tersendiri dalam pengamanan Lapas Klas IIA Pekanbaru. 

     
Terlebih lagi, kondisi Lapas yang saat ini melebihi kapasitas hingga lebih dari 100 persen harus memiliki skema penjagaan yang maksimal. 

     
Lapas Klas IIA Pekanbaru dengan populasi terpadat di Provinsi Riau. Sejumlah insiden dengan melibatkan senjata api pernah terjadi di Lapas tersebut. 

     
Pada November 2017 silam, seorang Napi gembong narkoba bernama Satriandi berhasil melarikan diri setelah menodongkan senjata api ke sejumlah sipir jaga. Hingga kini Satriandi tak kunjung ditemukan. 

     
Terkait keberadaan Napi yang "high risk" yang menghuni Lapas Klas IIA Pekanbaru juga diakui sebagai ancaman tersendiri oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Muhammad Diah. 

     
Diah mengatakan Kanwil Kemenkumham Riau sebenarnya memiliki wacana untuk memisahkan pada tahanan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi dengan tahanan lainnya. Namun, wacana tersebut terbentur dengan fasilitas yang ada saat ini. 

     
"Kalau kondisi overload bukan masalah di Pekanbaru saja, namun seluruh Indonesia, sehingga sulit untuk memisahkan high risk dengan umum, karena fasilitas terbatas," ujarnya. 

     
"Namun kita selektif untuk menghindari kontaminasi terhadap mereka dengan kondisi yang ada, fasilitas dan personel yang kita miliki," ujarnya. 

Percayakan Penyidikan Kepada Kepolisian

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenumham) Riau mempercayakan proses penyelidikan kasus teror penembakan di Lapas Klas IIA Pekanbaru ke pihak kepolisian. 

     
Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Muhammad Diah mengatakan jajarannya telah berkoordinasi dan siap memberikan bantuan dalam proses penyelidikan teror tersebut. 

     
"Kita telah koordinasi dengan teman-teman kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Mudah-mudahan segera ada titik terang," katanya. 

     
Hingga hari ini, tim gabungan Polresta Pekanbaru dan Polda Riau masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi juga menemukan beberapa bukti baru, berupa serpihan proyekti di sekitar TKP. 

     
Kemudian, Polisi turut memeriksa sejumlah saksi, terutama para petugas yang pada malam penembakan Minggu dinihari (8/7) sedang piket penjagaan. 

     
M Diah memberikan pernyataan pers kepada sejumlah awak media di Lapas Klas IIA Pekanbaru setelah menggelar pertemuan tertutup selama kurang lebih tiga jam. 

     
Menurut dia, pertemuan itu dilakukan untuk memberikan motivasi kepada seluruh jajaran Lapas Klas IIA Pekanbaru untuk tidak perlu gentar dan terus bertugas secara maksimal. 

     
Selain itu, dia juga mengatakan pihaknya turut meminta kepada seluruh petugas agar tetap waspada. 

     
"Kami tidak akan pernah surut melaksanakan tugas," ujarnya. 

     
Saat disinggung insiden teror penembakan terkait kasus narkoba, Diah tida menampiknya. Dia mengatakan sulit untuk memisahkan insiden itu dengan peredaran narkoba. 

     
Menurut dia, pada awal Juli 2018 ini memang ada pemindahan terpidana narkoba kelas kakap dari Rutan Rengat ke Lapas Pekanbaru.

Kemudian, jajarannya juga berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu ke dalam Lapas yang dilakukan oleh seorang koki. 

     
"Kejadian ini bisa saja ada kaitannya dengan narkoba. Namun kita menunggu hasil penyelidikan teman-teman kepolisian," tuturnya. 

     
Diberitakan sebelumnya Lapas Klas IIA Gobah, Kota Pekanbaru diberondong lima tembakan oleh OTK pada Minggu dinihari kemarin (8/7). Insiden penembakan tersebut terjadi dua kali. 

     
Pertama terjadi pada pukul 03.30 WIB dinihari, sementara penembakan ke dua terjadi pada pukul 04.00 WIB atau selang setengah jam kemudian. Tidak ada korban jiwa pasca insiden teror tersebut. 

     
Tembakan pertama terjadi jam setengah empat pagi. Ada tembakan sekali. Setengah jam berikutnya ada empat tembakan beruntun.[don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :