Rahmat Ditangkap Atas Kasus Pembunuhan Dan Terindikasi Sebagai Partisan ISIS

Cerita Warga Pekanbaru Mengenal ISIS

Penulis : user | Jumat, 13 Juli 2018 - 17:43 WIB

Ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru  - Masih ingatkah dengan simpatisan jaringan radikal ISIS yang ditangkap di Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu?


Adalah Rahmat Hidayat alias Abu Zakaria, partisan jaringan radikal ISIS yang ditangkap di Kota Pekanbaru disebuah kos kosan di Jalan Cipta Karya Pekanbaru, awal Juli 2018 lalu.

Rahmat memberikan pengakuannya kepada awak media bagaimana dia terlibat dengan jaringan radikal tersebut. Ditemui Beritariau.com, Rahmat mengaku mulai tertarik dengan ISIS pada 2016 silam.


Ketertarikan dia dengan jaringan tersebut berawal dari Media sosial Facebook.

     
"Saya mengenal ISIS sejak 2016. Awalnya membaca artikel dari Facebook," kata Rahmat di Mapolresta Pekanbaru, Jumat siang (13/7/2018).

     
Rahmat, pria berperawakan gondrong berusia 21 tahun itu mengaku sering membaca artikel-artikel yang ada di dalam Facebook tersebut dan tertarik dengan jaringan radikal itu. 

     
Selama dua tahun, dia lantas menjalin komunikasi intens dengan teman dunia maya yang memiliki ketertarikan yang sama dengan jaringan ISIS tersebut. 

     
Meski selama dua tahun terakhir terus berkomunikasi dan mempelajari ISIS, Rahmat mengaku tidak memiliki jaringan tertentu di Provinsi Riau. Dia juga mengaku tidak pernah bertemu dengan simpatisan maupun jaringan afiliasi ISIS lainnya. 

     
"Hanya di facebook. Berteman di sana," ujarnya singkat. 

     
Rahmat kini mendekam dibalik dinginnya besi jeruji Mapolresta Pekanbaru. 

 

Dia dituduh telah melakukan pembunuhan sadis seorang pria paruh baya, yang tidak lain merupakan mantan bosnya.


 Rahmat mengaku motif sakit hati melatarbelakangi aksi pembunuhan sadis pada medio Ramadhan 2018 lalu.

     
Kepala Polresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto mengatakan bahwa aksi pembunuhan itu dilakukan Rahmat bersama seorang rekannya bernama Yandi Doharman alias Abu Zakaria. 


Keduanya diduga merupakan partisan jaringan terlarang itu. 

     
Rahmat terlebih dahulu dibekuk di sebuah kos-kosan di Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tampan Pekanbaru, awal Juli 2018 ini. 

     
Sementara Yandi ditangkap di Kota Batam, sepekan setelah penangkapan Rahmat atau tepatnya 6 Juli 2018. 

     
Dalam perkara ini, Santo mengatakan Polresta Pekanbaru hanya sebatas menangani perkara pembunuhan yang dilakukan kedua tersanga. 


Sementara untuk dugaan keterlibatan keduanya dalam tindak pidana terorisme ditangani oleh Detasemen Khusus 88 Anti Teror. 

     
"Penyelidikan masih dilakukan oleh Densus. Kemudian ketika dinyatakan harus dibawa ke Jakarta oleh Densus untuk buka jaringan lainnya kita akan bekerjasama," ujarnya. 

     
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Rahmat diketahui merupakan sosok yang sangat tertutup. 


Bahkan, Rahmat sama sekali tidak pernah bersosialisasi dengan tetanggan sekitar kos tempat tinggalnya. Padahal, Rahmat sendiri telah tinggal enam bulan lamanya di areal kos-kosan tersebut. [don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :