Usulan 10 DPC se Riau Tak Ada Nama Rokhmin

Tolak Rokhmin jadi Ketua DPD PDIP Riau, Kader: Masak kita dipimpin mantan Koruptor..

Penulis : admin | Selasa, 17 Juli 2018 - 00:12 WIB

Jumpa Pers Rakerdasus PDIP Riau, Rabu 18 April 2018 | (Kiri - Kanan) - H Hotman Manurung, Syarifudin Poti, Rokhmin Dahuri, Kordias Pasaribu dan Ian Siagian | Beritariau.com 2018

Beritariau.com, Pekanbaru - Kabar ditunjuknya Prof Rokhmin Dahuri sebagai Ketua DPD Definitif PDIP Provinsi Riau oleh DPP mengejutkan sejumlah kader di Kecamatan hingga Pengurus di Kabupaten.

Sebelumnya, Rokhmin ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) DPD PDIP Provinsi Riau, pasca pencopotan Kordias Pasaribu.

"Ini keputusan apa? Kecewa dan tak terima kita kalau begini. Apa tidak ada kader di Riau ini yang layak? Masak PDIP di Riau dipimpin mantan Koruptor," kata Budi, Ketua PAC PDIP Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Senin (16/07/18) malam.

Ia menjelaskan, pergolakan kepemimpinan di DPD ini menjadi bahan diskusi setiap kader. Keputusan DPP tersebut, menurutnya tidak bijak dan memperkeruh suasana jelang tahapan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

"Kader-kader kan sudah mengirimkan aspirasi ke DPP terkait hal ini. Tapi DPP sepertinya tak peduli. Mereka memecat sesuka hati dan menunjuk Rokhmin selaku Plh menjadi Ketua Definitif. Kita kan sama-sama tahu, pak Rokhmin latar belakangnya," kata Budi.

Tak hanya Budi, fungsionaris PAC lainnya dari Kecamatan Bukit Raya, juga menyatakan kekecewaan yang sama.

"Intinya memang keputusan tertinggi itu ya DPP. Tapi, kok tak mendengar aspirasi kader," ucapnya.

Tak hanya kader di tingkatan PAC, sejumlah Ketua DPC pun ikut berkomentar. Mereka merasa usulan nama kandidat Ketua DPD Definitif sudah diajukan beberapa bulan lalu oleh 10 Ketua DPC. Usulan itu, tanpa menyebut nama Rokhmin.

"Ga jelas ini. Kami dari 10 DPC sudah mengirim surat nama untuk Ketua DPD Definitif. Karena kami tahu, Plh (Rokhmin, red) tak bisa secara aturan jadi Ketua DPD. Ternyata, malah tak digubris. Sampai saat ini, tak satu pun kami dari 10 DPC ini tak ada dipanggil oleh DPP terkait ini," tegas Ketua DPC PDIP Kabupaten Siak, H Syahrul.

Kekecewaan lainnya, lanjutnya, semua Bakal Caleg yang sudah melalui rapat Pleno, malah diubah.

"Hasil Pleno diubah-ubah. Contohnya, saya sendiri yang sudah banyak berkorban untuk partai ini mendapat Skor nomor 2 dan nomor 1 saudara Piter Marpaung. Malah saya dibuat nomor urut 4 di Daftar Caleg. Tak ada aturan dan pedoman yang jelas jadinya di partai ini," terangnya.

Padahal, kita mau meyakinkan rakyat Riau ini bahwa PDIP masih menjadi saluran aspirasi terbaik di Partai Politik, lanjutnya. Tidak adanya nama Rokhmin diusulkan oleh 10 DPC se Riau juga dibenarkan oleh Ketua DPC PDIP Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Juanda.

"Tak ada nama Prof itu dalam surat kami ke DPP. Setahu saya, secara aturan, tak boleh Plh jadi Ketua Definitif. Keputusan DPP ini, bikin saya kaget dan heran. Masih banyak kader kita di Riau ini," kata Juanda.

Sebelumnya, pasca desakan dari sejumlah kader PDIP beberapa waktu lalu, akhirnya DPP menunjuk Rokhmin Dahuri sebagai Ketua DPD Definitif di Riau.

Informasi tersebut, disiarkan melalui pernyataan Bendahara DPD PDIP Riau Makmun Solihin. "Sudah diputuskan, ketua Definitif pak Rokhmin Dahuri," ungkap Ketua Komisi II DPRD Riau ini.

Rencananya, lanjut Solihin, besok (Selasa, red) Rokhmin akan menyampaikan Surat Keputusan (SK) pengangkatan dirinya itu kepada kader PDIP Riau sekaligus mendaftarkan Bakal Caleg PDIP ke KPU Riau.

Seperti diketahui, pada tahun 2007 lalu, Rokhmin divonis 7,5 tahun penjara lantaran terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus Dana Non Budgeter di Kementeriannya. Ia menghirup udara bebas setelah hukumannya dikurangi menjadi 2,5 tahun setelah melalui Peninjauan Kembali (PK). [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :