Karhutla di Pesisir Riau Makin Marak

Danrem Ancam Tembak Pembakar Lahan di Riau

Penulis : user | Kamis, 16 Agustus 2018 - 17:50 WIB

Danrem Ancam Tembak Pembakar Lahan di Riau

Beritariau.com, Pekanbaru - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus meluas. Tercatat dalam tiga hari, total lebih dari 825 hektare lahan yang hangus dilalap si jago merah.

Wilayah yang mengalami Karhutla terparah berada di kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Diduga, lahan tersebut dibakar dengan sengaja oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Melihat kondisi ini, Komandan Korem (Danrem) 031/WB, Brigjen TNI Sonny Aprianto SE MM, langsung mengambil tindakan tegas. Dia memerintahkan bawahannya untuk langsung terjun ke lokasi karhutla.

Ada satu kompi atau 100 personel TNI dari Kodim 0320 Dumai, diturunkan ke lahan terbakar di Rohil tersebut. Instruksi tegas, bahwa jika ada orang yang dengan sengaja membakar lahan, maka ditembak di tempat.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Bapak Kapolda. Saya sebagai Komandan Satgas Karhutla menyatakan, apabila kedapatan membakar lahan, maka langsung tembak di tempat," katanya, Kamis (16/8/2018) di Pekanbaru.

Dia tak akan memberi ampun lagi bagi pembakar lahan. Sebab kata Sonny, imbauan-imbauan agar tak membakar lahan sudah sering disampaikan. 

"Sebelumnya kita sudah imbau, sudah edukasi, tapi tetap dilakukan (pembakaran lahan dengan sengaja). Bahkan makin marak," ujar dia.

Terkait dengan langkah tegas yang diambilnya ini kata Sonny, pihaknya sudah terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Karena katanya, dalam Satgas Karhutla, terdiri dari TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni.

Kebijakan itu diambilnya, setelah dia melakukan pemantauan udara, ke titik-titik lahan yang terbakar. Khususnya di Rohil. Dari hasil pantauannya dalam tiga hari terakhir, memang cukup masif terjadinya karhutla.

"Hasil pantauan kita tiga hari ini, hampir dua pekan ini, cukup masif dan cukup besar kebakaran lahan di Riau. Terutama di Rohil. Sampai ada 50 titik kebakaran," ujarnya.

Dia merasa kesal dengan maraknya karhutla dalam beberapa hari terakhir ini. Apalagi, pada Sabtu (18/8), perhelatan Asian Games 2018 dimulai. "Ini sudah ada imbauan dari pemerintah pusat dan daerah. Apalagi kita akan melaksanakan Asian Games yang insya Allah dibuka hari Sabtu," katanya.

Dari hasil pengamatannya, kuat dugaan bahwa lahan tersebut sengaja dibakar. Itu terbukti di samping-samping lahan yang terbakar, ada lahan perkebunan. "Lahan yang terbakar itu adalah lahan kosong. Tapi di sampingnya adalah perkebunan. Jadi ini adalah perluasan lahan. Buka lahan baru," ujarnya.

Dia menyebut, 99 persen penyebab karhutla itu, karena ulah tangan manusia. Kalau penyebab secara alami, hanya satu persen. "Kita turunkan satu kompi (100 personel) ke lokasi. Apabila diperlukan, saya turunkan satu batalion," ujarnya. [don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :