KPK Tunggu Perhitungan Kerugian Dari BPK

KPK beri sinyal tersangka baru korupsi proyek di Bengkalis

Penulis : admin | Kamis, 13 September 2018 - 21:26 WIB

DIPERIKSA KPK - Bupati Bengkalis Amril Mukminin Disambangi Wartawan Usai Diperiksa Penyidik KPK di Mako Brimob Riau, Pekanbaru Pasca Ditemukan Uang Rp1,9 Milyar di Rumahnya| Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi sinyal adanya tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis.

Proyek multi years atau tahun jamak itu dianggarkan dengan dana APBD 2013-2015 sebesar Rp494 miliar.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, jika perhitungan kerugian negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah selesai, maka akan sangat mudah menetapkan tersangka baru.

Pihaknya membidik pejabat yang diduga terlibat dalam kasus yang melibatkan dua perusahaan raksasa, PT Citra Gading Asritama dan PT Mawatindo Road Construction.

"Jika audit BPK nanti sudah selesai, maka proses lebih lanjut di penyidikan ini, termasuk pengembangan pada pelaku lain akan lebih memungkinkan dilakukan," kata Febri, Kamis (13/09/18).

Langkah itu sedang dilakukan KPK. Febri mengaku penyidik sudah mengajukan perhitungan kerugian negara untuk kasus multi years ini sejak akhir tahun 2017 lalu.

"Kami masih menunggu finalisasi perhitungan kerugian negara dari BPK. Sejauh ini perhitungan awal indikasi kerugian negara lebih dari Rp 100 miliar," rincinya.

Febri juga belum menjelaskan status Bupati Bengkalis Amril Mukminin terkait ditemukannya uang sejumlah Rp1,9 Milyar yang kini disita KPK.

Dalam kasus dugaan korupsi proyek ini, KPK sudah menetapkan dua orang tersangka. Mereka yakni mantan Kepala Dinas PU Bengkalis yang saat ini menjabat sebagai Sekda Kota Dumai Muhammad Nasir dan rekanan Hobby Siregar selaku Direktur Utama PT MRC.

Sedangkan PT CGA yang ikut menjalankan proyek ini belum ada perwakilannya menjadi tersangka.‎ Namun, bos PT CGA, Ichsan, ditangkap KPK dalam kasus korupsi lain. Kasusnya terjadi di Kutai Kartanegara yang melibatkan pejabat disana soal proyek juga.

Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, ini merupakan proyek peningkatan jalan sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter. Dianggarkan dengan dana APBD 2013-2015 sebesar Rp494 miliar.

Saat mendalami kasus ini, KPK sudah melakukan penggeledahan di rumah dinas Bupati Bengkalis, Amril Mukminin yang pada saat itu merupakan anggota DPRD Bengkalis. Di sana, ditemukan uang Rp1,9 miliar.

KPK juga melakukan penggeledahan Kantor DPRD Bengkalis, dan Kantor Dinas PU Bengkalis. Di Dumai, KPK menggeledah Kantor Sekda Dumai, Kantor LPSE dan rumah subkontraktor di Dumai. KPK turut menggeledah kantor kontraktor di Pekanbaru, tepatnya di Kecamatan Tenayan Raya dan di Kecamatan Marpoyan Damai.

Dari penggeledahan, KPK sudah mengamankan banyak dokumen terkait proyek jalan tersebut.‎ [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :