Ditanya Soal Uang Rp1,9 M, Jondi Garuk Kepala

KPK gali keterangan dari PNS & Pejabat Pemkab Bengkalis

Penulis : admin | Jumat, 14 September 2018 - 14:01 WIB

GARUK KEPALA - Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis Jondi Indra Bustian Tampak Garuk Kepala Saat Ditanyai Wartawam Ketika Keluar Dari Ruang Pemeriksaan oleh Penyidik KPK Untuk Istirahat di Mako Brimbob Riau, Jumat (14/09/18) | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menggelar pemeriksaan kasus korupsi di Riau secara marathon. Biasanya memanggil saksi ke Kantor KPK di Kuningan, Jakarta. Namun seperti kasus ini sudah jadi atensi, kali ini, Penyidik pun turun langsung ke Pekanbaru untuk menggali keterangan.

Termasuk dugaan korupsi proyek Jalan Batu Panjang I Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, tahun anggaran 2013-2015.

Hari ini, Jumat (14/09/18), penyidik KPK memeriksa tiga orang saksi di Lantai dua Gedung Utama Mako Brimob Polda Riau. Satu diantaranya, Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis, Jondi Indra Bustian.

Sekitar pukul 11.30 wib, Jondi tampak keluar dari ruang pemeriksaan untuk istirahat dengan mengenakan kemeja lengan pendek. Saat ditanyai wartawan, Jondi mulai garuk-garuk kepala.

Kepada wartawan, Jondi mengaku diperiksa atas kasus dengan tersangka mantan Kepala Dinas PU Bengkalis, Muhammad Nasir, yang saat ini menjabat sebagai Sekdako Dumai dan Hobby Siregar selaku Direktur Utama PT MRC. 

"Ya, masih yang lama juga dengan dua tersangkanya (Muhammad Nasir,red). Itu yang dipertanyakan penyidik tadi," sebut Jondi.

Ia menepis pertanyaan wartawan terkait keterlibatan uang Rp1,9 Milyar yang sudah disita oleh penyidik KPK di rumah dinas Bupati Bengkalis Amril Mukminin.

"Tidak (terkait Uang, red), Ya intinya dalam pertanyaan penyidik tadi, masih melanjutkan yang kemaren juga," singkat Jondi.

Selain Jondi, penyidik juga memeriksa 2 orang PNS di lingkungan Kabupaten Bengkalis. "Benar, hari ini ada 3 orang lagi sebagai saksi yang kita periksa," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi melalui telpon selularnya, Jumat (14/09/18) siang.

Saksi yang diperiksa saat ini, adalah  dari Kepala Bappeda dan dua lainnya dari Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saat ditanya sapa nama-nama dari 3 orang saksi ini, ia enggan berkomentar banyak.

"Dari Kepala Bappeda dan 2 PNS, singkat Febri.  Sebelumnya, Kamis (13/09/18) kemarin, KPK juga memeriksa 2 orang saksi terkait kasus proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis.

Saksi tersebut merupakan Kabid Kelautan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis, Huri  Agusfriandi dan satu saksi lainnya dari pihak swasta.

Huri saat dikonformasi terkait pemeriksaan dirinya, hanya lebih memilih bungkam. Selepas menunaikan sholat, keluar dari ruangan penyidik tidak ada satupun kata yang keluar dari mulutnya. Hanya sepatah kata yang dia ucapkan.

"Saya Shalat dulu," ucapnya sambil terus berjalan.

Sebelumnya, KPK memberi sinyal ada tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis.

Proyek multi years atau tahun jamak itu dianggarkan dengan dana APBD 2013-2015 sebesar Rp494 miliar.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, jika perhitungan kerugian negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah selesai, maka akan sangat mudah menetapkan tersangka baru.

Pihaknya membidik pejabat yang diduga terlibat dalam kasus yang melibatkan dua perusahaan raksasa, PT Citra Gading Asritama dan PT Mawatindo Road Construction.

"Jika audit BPK nanti sudah selesai, maka proses lebih lanjut di penyidikan ini, termasuk pengembangan pada pelaku lain akan lebih memungkinkan dilakukan," kata Febri, Kamis (13/09/18).

Langkah itu sedang dilakukan KPK. Febri mengaku penyidik sudah mengajukan perhitungan kerugian negara untuk kasus multi years ini sejak akhir tahun 2017 lalu.

"Kami masih menunggu finalisasi perhitungan kerugian negara dari BPK. Sejauh ini perhitungan awal indikasi kerugian negara lebih dari Rp 100 miliar," rincinya.

Meski didesak oleh LSM Gerhana Tunas Bangsa (GTB) untuk menjelaskan status dan uang Rp1,9 Milyar yang ditemukan dirumah dinas Amril, Febri belum mau buka suara. 

Dalam kasus dugaan korupsi proyek ini, KPK sudah menetapkan dua orang tersangka.

Mereka yakni mantan Kepala Dinas PU Bengkalis yang saat ini menjabat sebagai Sekda Kota Dumai Muhammad Nasir dan rekanan Hobby Siregar selaku Direktur Utama PT MRC.

Sedangkan PT CGA yang ikut menjalankan proyek ini belum ada perwakilannya menjadi tersangka.‎ Namun, bos PT CGA, Ichsan, ditangkap KPK dalam kasus korupsi lain.

Kasusnya terjadi di Kutai Kartanegara yang melibatkan pejabat disana soal proyek juga. Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, ini merupakan proyek peningkatan jalan sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter. Dianggarkan dengan dana APBD 2013-2015 sebesar Rp494 miliar.

Saat mendalami kasus ini, KPK sudah melakukan penggeledahan di rumah dinas Bupati Bengkalis, Amril Mukminin yang pada saat itu merupakan anggota DPRD Bengkalis.

Di sana, ditemukan uang Rp1,9 miliar. KPK juga melakukan penggeledahan Kantor DPRD Bengkalis, dan Kantor Dinas PU Bengkalis.

Di Dumai, KPK menggeledah Kantor Sekda Dumai, Kantor LPSE dan rumah subkontraktor di Dumai. KPK turut menggeledah kantor kontraktor di Pekanbaru, tepatnya di Kecamatan Tenayan Raya dan di Kecamatan Marpoyan Damai.

Dari penggeledahan, KPK sudah mengamankan banyak dokumen terkait proyek jalan tersebut.‎ [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :