Ibrahim: Perusahaan Komit Untuk Masyarakat

Tepis tudingan, PT Musim Mas beberkan MoU Pengamanan Sempadan Sungai

Penulis : admin | Jumat, 14 September 2018 - 21:00 WIB

ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Perusahaan Perkebunan PT Musim Mas membantah jika disebut tidak memperhatikan dan melindungi lingkungan saat beroperasional terkait tanaman sawit di Daerah Aliran Sungai.

Perusahaan yang berdiri di Kabupaten Pelalawan itu menolah dituding menabrak aturan yang diamanahkan dalam Undang-undang.

"Terkait pengamanan sempadan sungai, Pihak perusahaan sudah ada membuat perjanjian kerjasama dengan Dinas Kehutanan Kabupaten Pelalawan, Lurah Pangkalan Lesung, Kepala Desa Pesaguan, Tanjung Beringin, Talau dan Betung," Humas PT Musim Mas, Ibrahim dalam keterangan tertulisnya kepada Beritariau, Kamis (13/09/18).

Dalam perjanjian tersebut, ungkap Ibrahim, tertera antara PT Musim Mas tentang pengamanan sempadan sungai yang berada di dalam Hak Guna Usaha (HGU) PT Musim Mas terletak di Kecamatan Pangkalan Kuras dan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan, yang ditandatangani oleh Bupati.

Dijelaskan Ibrahim, PT Musim Mas mempunyai komitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip perkebunan kelapa sawit yang lestari dan berkelanjutan.

Diantaranya, kegiatan penanaman pokok kayu hutan dimulai tahun 2008 yang dilakukan PT Musim Mas pada area sempadan sungai yang berada di wilayah Kecamatan Pangkalan Kuras dan Kecamatan Pangkalan Lesung.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Provinsi Riau Sugianto SH, Selasa (11/09/18) kemarin, meminta Dinas Perkebunan serta Badan Lingkungan Hidup Riau untuk memberikan sanksi kepada PT Musim Mas.

Menurut Sugianto, keberadaan perusahaan hendaknya bermanfaat bagi masyarakat dan saling menguntungkan.

Sehingga masyarakat dapat diperhatikan dengan hadirnya perusahaan tersebut. Bukan justru menambah penderitaan dan menyengsarakan masyarakat.‎ [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :