Mahasiswa Desak Polda Riau Usut Tuntas Dugaan Tipikor Pipa Transmisi

Penulis : user | Selasa, 18 September 2018 - 17:42 WIB

Mahasiswa Alamak Gelar Aksi Depan Polda Riau

Beritariau.com, Pekanbaru - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Riau Bersatu Lawan Korupsi mendesak Kepolisian Daerah Riau mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi pipa transmisi PDAM senilai Rp3,4 miliar. 

Dalam aksi damai yang digelar di Mapolda Riau, Selasa siang, massa mendesak penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus menyidik perkara tersebut secara komprehensif. Termasuk mendalai aktor utama dibalik dugaan kasus korupsi yang dilakukan di Kabupaten Indragiri Hilir tersebut. 

"Menuntut agar kepolisian bersikap netral dalam menjalankan tugas dan fungsi menegakkan hukum tanpa pandang bulu," kata Riki, koordinator lapangan aksi damai itu dalam orasinya. 

Riki menyebut bahwa sudah saatnya Polda Riau kembali menetapkan tersangka baru dalam dugaan kasus korupsi tersebut, termasuk diantaranya dugaan keterlibatan wakil bupati Bengkalis, Muhammad.

Nama Muhammad dalam beberapa waktu terakhir terus dikaitkan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pipa transmisi PDAM itu. Namanya terseret dalam perkara itu saat dirinya menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau. 

Muhammad sendiri sempat diperiksa dua kali sebagai saksi dalam rangkaian penyidikan kasus tersebut. Terakhir, ia diperiksa pada awal September 2018 lalu. Namun, dirinya sama sekali tidak memberikan komentar perihal pemeriksaan tersebut. 

"Meminta Polda Riau segera umumkan tersangka baru dalam kasus korupsi proyek pengadaan pipa transmisi PDAM di Tembilahan," ujar Riki. 

Polda Riau diketahui telah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara itu. Diantaranya adalah pihak kontraktor berinisial HA dan konsultan pengawas berinisial SY. 

     

Selain itu, ada dua orang lagi yang sudah ditetapkan sebagai pesakitan. Yakni, SS selaku Direktur PT Panatori Raja yang merupakan pihak rekanan, dan EM selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

     

Dugaan korupsi ini berawal dari laporan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Proyek milik Bidang Cipta Karya Dinas PU Provinsi Riau tahun 2013 ini, menghabiskan dana sebesar Rp3.415.618.000. Proyek ini ditengarai tidak sesuai spesifikasi.

     

Dalam laporan LSM itu, Muhammad, yang saat itu menjabat Kabid Cipta Karya Dinas PU Riau tahun 2013, diduga tidak melaksanakan kewajibannya selaku Kuasa Pengguna Anggaran proyek pipa tersebut. Selain itu, LSM itu juga menyebut nama Sabar Stavanus P Simalonga selaku Direktur PT Panatori Raja, dan Edi Mufti BE selaku PPK, sebagai orang yang bertanggung jawab dalam dugaan korupsi ini.

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :