Soeara Bengkalis Minta Terdakwa Toro Ditahan

Penulis : user | Kamis, 20 September 2018 - 16:38 WIB

Beritariau.com, Pekanbaru - Solidaritas Pemuda, Mahasiswa dan Masyarakat (Soeara) Bengkalis, menggelar unjuk rasa terkait permasalahan dugaan pelanggaran Undang-Undang ITE, pemberitaan Toro selaku pimpinan media HarianBrantas.co.id, dengan Bupati Bengkalis Amril Mukminin. 

Kasus ini masih bergulir di Pengadilan Negeri. 

Massa yang terdiri dari berbagai elemen dengan jumlah puluhan orang ini mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (20/9/2018) siang. 

Mereka, mendukung penuh hasil keputusan majelis hakim yang tengah bergulir. 

Dalam orasinya, masa menuntut agar Toro segera ditahan karena diduga telah melanggar dari pada Undang-Undang lnformasi Transaksi Elektronik (ITE) yang memyebabkan diduga telah menyebarkan berita hoak tentang Bupati. 

"Tahan Toro segera, karena telah menyebarkan berita hoak," cetus salah seorang perwakilan masa dalam orasinya. 

Sementara ini, Humas Soeara Bengkalis, Tata Haira kepada halloriau.com dilapangan, menyebutkan akan mendukung penuh hasil keputusan majelis hakim di persidangan. 

"Apapun keputusan majelis hakim, tetap kita dukung dan terima. Tentunya dengan proses yang benar," ujar Humas Soeara Bengkalis, Tata Haira kepada halloriau.com. 

Tata sangat menyayangkan, adanya dugaan intimidasi terhadap para saksi yang saat itu kejadiannya setelah mengikuti sidang didepan majelis hakim. Sejauh ini, proses persidangan telah bergulir dengan menghadirkan 2 orang saksi dari pihak Bupati. 

"Dalam prosesnya, usai persidangan semalam itu ada saksi dari pihak kami yang berlari-berlari keluar seperti adanya dugaan intimidasi. Kenapa bisa terjadi itu kok gak ada pengamanannya didalam pengadilan. Seharusnya dijaga," keluhnya. 

Lebih lanjut, maksud kedatangan masa ke Pengadilan ini kata Tata ingin melihat langsung proses persidangan lanjutan Toro dan Bupati. Seperti yang sudah-sudah terjadi, tidak ada boleh terulang kembali. 

"Hadirnya kita disini agar persidangan ini berjalan tertib dan aman tidak ada lagi kendala selama proses persidangan. Tetap kita dukung keputusan majelis hakim sampai tuntas," sebutnya. 

Selain itu, masa juga membacakan sebuah maklumat terkait aksi unjuk rasanya didepan pengadilan terhadap kasus ini. Yang isinya Toro diminta untuk menghormati hukum. 

Masa menjunjung tinggi kebebasan pers sebagai salah satu pilar tegaknya demokrasi, namun opini tuduhan kriminaIisasi pers yang ada dipemberitaan belakangan ini merupakan tuduhan tak berdasar.

Masa menghimbau kepada seluruh pihak untuk tidak melakukan intervensi terhadap proses hukum yang sedang berjalan agar hukum dapat ditegakkan dan pers yang bermartabat dapat diwujudkan

Masa mengecam tindakan ancaman kekerasan dan perkataan kasar kepada saksi pelapor yang dilakukan massa pendukung terdakwa, kami menduga saudara terdakwa yang telah memobilisasi dam sebagai aktor intelektualnya. Oleh karena itu kami meminta agar saudara terdakwa segera ditahan karena ada upaya melawan hukum. 

Masa juga mendukung langkah hukum yang ditempuh oleh Bupati Bengkalis terkait dugaan tindak pidana pelanggaran Undang-Undang ITE yang dilakukan Toro. 

"Karena ini sudah terjadi, kita minta kepada pihak terkait agar terdakwa ini segera ditahan. Dengan sekarang ini, dia (Toro,red) yang masih berada diluar bisa saja leluasa mengkonsolidasi dan sebagainya," pungkasnya. 

Sementara ini dari pihak Humas Pengadilan Negeri Martin Ginting, menyebutkan akan menyampaikan maksud dan tujuan masa ke majelis hakim yang menanganinya. 

"Apa yang disampaikan hari ini, akan kita lanjutkan kepada majelis hakim yang bersangkutan. Dimana perkara ini sedang berlangsung jangan ada dinodai dan harus netral. Tunggu aja tanggal mainnya," sebut Martin. 

Martin juga mengharapkan majelis hakim dapat memutuskan hasil yang bermartabat. Sehingga persidangan dapat berjalan tanpa dinodai. 

Terkait tidak adanya pengamanan dalam proses persidangan yang saat berlangsungnya mendengarkan keterangan saksi dalam sidang. Saksi sempat mengalami trabel, diduga telah terjadi intimidasi, Martin lantas membantahnya. 

"Setiap persidangan selalu stanbay pihak pengamanan dari kepolisian. Mungkin yang semalam terjadi itu diluar dari jangkauan pengadilan sendiri. Jika benar ada hal tersebut, ini menjadi pelanggaran yang baru dan akan memprosesnya. Hal yang sifatnya anarkis tidak dibenarkan oleh hukum," terang Martin. [don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :