Polda Riau Lengkapi Berkas Dugaan Perambahan Kawasan Hutan

Penulis : user | Selasa, 25 September 2018 - 11:51 WIB

Ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau tengah melengkapi berkas dugaan perambahan kawasan hutan lindung di Kabupaten Rokan Hilir. 

Kawasan hutan tersebut diduga kuat dirambah secara ilegal oleh perusahaan PT Diamond Raya Timber (DRT).

Proses pemberkasan ini merupakan perlengkapan berkas perkara temuan PT DRT yang diduga kuat menggunakan bahan dari hutan lindung.

"Masih dalam upaya melengkapi berkas perkaranya (perambahan hutan lindung-red)," katanya," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Gidion Arif Setiawan, Senin (24/9/2018).

Dalama upaya perlengkapan berkas tersebut, Gidion melanjutkan penyidik saat ini belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. "Tersangkanya belum ada," lanjutnya.

Selain melengkapi berkas perkara, sebelumnya petugas sudah turun langsung kelapangan untuk mengecek serta mengumpulkan bukti-bukti yanga ada.

Terciumnya adanya dugaan perambahan kasawasan hutan lindung berawal saat Lembaga Pembawa Suara Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Kriminal Ekonomi Republik Indonesia (IPSPK3-RI) Riau turun langsung kelokasi.

Saat pengecekan lokasi tesebut, IPSPK3-RI bahkan menemukan usaha Panglong Arang yang kuat dugaan milik Akeng selaku pemilik PT DRT tersebut.

Bahkan Ganda Mora juga menyebutkan, dari hasil investigasi bersama timnya, banyak temuan dan oknum pengusaha dari luar Riau mengeksploitasi kawasan tersebut.

"Kita sangat prihatin sekali, karena disana itu adalah kawasan hutan lindung dan tempat habitatnya Harimau Sumatera," katanya.

Dengan dilakukan pemberkasan (perlengkapan) oleh penyidik Dit Reskrimsus Polda Ria, Ganda Mora berharap agar proses hukum terus berlanjut ke meja hijau beserta dengan pelakunya.

"Kita berharap prosesnya sampai ke pengadilan bersama pelakunya," tutupnya. [ard]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :