Resmi Dalam Penyelidikan Kepolisian

Terbakar lagi, areal PT Langgam Inti Hibrindo di Police Line

Penulis : admin | Sabtu, 29 September 2018 - 17:24 WIB

POLICE LINE - Lahan PT Langgam Inti Hibrindo di Pasang Garis Polisi (Police Line) Sebagai Bukti Dimulainya Penyelidikan Oleh Pihak Kepolisian | Istimewa

Beritariau.com, Pelalawan - Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan memasang garis polisi (Police Line, red) dan menyelidiki kasus Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) seluas sekitar 20 hektar, termasuk di areal Hak Guna Usaha (HGU) kebun Kelapa Sawit PT Langgam Inti Hibrindo (LIH).

"Sudah kita pasang police line untuk penyelidikan. Luasnya kurang lebih 20 hektar, termasuk dalam lahan PT LIH dan sebagian lahan yang berbatasan dengan Desa Penarikan Kecamatan Langgam," ungkap Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan, kepada Beritariau, Sabtu (29/09/18) sore.

Kebakaran lahan di lokasi ini terjadi sejak Rabu, 26 September 2018 lalu. Puluhan personel gabungan dari TNI, Polri dan Manggala Agni, berjibaku memadamkan api di lokasi. Saat ini, kondisi api telah padam dan menyisakan asap dari tunggul kayu.

Terkait ini, manajemen PT LIH belum bersedia berkomentar. Hingga berita ini dilansir, konfirmasi via seluler kepada Humas PT LIH Legiman, belum tersambung.

Untuk diketahui, PT LIH sendiri sudah pernah terseret dalam kasus kebakaran lahan. Pada akhir Juli 2015, sebagian tanaman sawit PT LIH sekitar 200 hektar di Desa Gondai Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan.

Perusahaan yang mengantongi HGU seluas 8.716 hektar kebun kelapa sawit ini sempat dibekukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Meski sempat dibebaskan oleh Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan pada tahun 2016 lalu, Manager Operasional PT LIH, Frans Katihokang (50), akhirnya divonis bersalah oleh Mahkamah Agung (MA) dan diganjar hukuman 1 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 milyar, atas kebakaran yang mengotori udara kala itu.

Selain kasus kebakaran, PT LIH saat masih menjadi anak usaha PT Provident Agro Tbk (PALM) ini, juga sempat disorot lantaran diduga tidak menyediakan akomodasi yang layak bagi pekerjanya.

Anggota DPRD Riau Sugianto sempat meninjau lokasi barak pekerja yang hanya beratap terpal seluas 2 kali 3 meter untuk satu keluarga.

BARAK KARYAWAN - Anggota DPRD Riau Sugianto SH Saat Meninjau Barak Pekerja PT Langgam Inti Hibrindo di Akhir 2017 lalu | Istimewa

Namun, soal kelayakan terhadap pekerja ini juga dibantah oleh Legiman.

PT LIH sendiri telah dijual oleh PALMkepada PT Inti Nusa Sejahtera (INS) dan PT Buana Citra Usaha Abadi (BCUA)‎, pada Juni 2018 lalu. PALM mendapat dana sebesar Rp52,84 milyar dalam penjualan tersebut.‎ [roy]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :