Disampaikan Dihadapan Ribuan Santi di Riau

Menteri Susi: Hasil Ikan tahun ini capai 15 juta Ton

Penulis : admin | Rabu, 03 Oktober 2018 - 20:07 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

Beritariau.com,Pekanbaru - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti mengklaim ‎peningkatan potensi ikan semakin meroket sejak akhir-akhir ini. Hingga tahun 2018 ini, potensi ikan di perairan Indonesia terhitung mencapai 15 juta ton. Itu mengalami peningkatan sejak 2 tahun belakangan ini.

Jumlah itu diperkirakan Susi saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Ihsan, ‎Islamic Boarding School (IBS) Pekanbaru, bersama Ustadz Abdul Somad pejabat Riau seperti Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim.

"Kalau hasil assesment tahun (2018) ini, mungkin sudah mencapai 15 juta ton lebih. Stok tahun 2016 lebih kurang 12,5 juta ton," kata Susi dihadapan ribuan santri Pondok Pesantren Al-Ihsan, Kabupaten Kampar, Rabu (03/10/18).

Dia mengklaim, jargon 'Tenggelamkan' sukses meningkatkan hasil ikan laut di Indonesia. Tidak sedikit kapal negara asing yang ditangkap lalu dibakar dan ditenggelamkan ke laut oleh Susi.

Susi menyebutkan, pihaknya tegas dalam memberantas pencurian ikan serta pelarangan penggunaan trawl atau pukat harimau di laut. Ratusan kapal asing yang menggunakan alat terlarang itu sudah ditangkap anak buah Susi sejak dirinya menjabat.

"(Sudah) 488 kapal kita tenggelamkan," kata Susi.

Susi juga memperkirakan sekitar 10.000 kapal asing tak berani lagi melaut dan menuri ikan di perairan Indonesia lantaran takut ditenggelamkan.

"Karena takut, 10.000 lebih kapal asing tidak ada lagi di laut kita," tegas Susi.

Kebijakan Susi didukung penuh Presiden Joko Widodo. Dia menyebutkan, support itu sukses mengurangi angka pencurian ikan di laut Indonesia.

Sebab, kata Susi, sejak tahun 1980-an, ribuan kapal asing leluasa mencuri ikan dari nelayan lokal. Bahkan para pencuri hasil laut itu masih beraktivitas hingga tahun 2013.

Akibatnya, jumlah ikan semakin sedikit, bahkan nelayan Indonesia mengalami kesulitan dalam mencari ikan untuk kebutuhan hidup.

Susi mengingatkan bahwa daerah Riau pernah menjadi produsen ikan terbesar di Indonesia pada 1990 an. Itu terletak di Kota Bagansiapi-api Kabupaten Rokan Hilir.

Tercatat, daerah pinggir laut itu paling tinggi pencapaian ikan di seluruh Indonesia pada tahun itu. Namun kini ikan di sana mulai berkurang karena pencurian ikan dengan alat yang dilarang.

"Saya ingin ingatkan kepada gubernur, zaman dulu Bagan Siapi-Api produsen ikan terbesar. Tapi karena keserakahan trawl-trawl itu, habislah ikan, ikan kecil tak ada lagi," ketus Susi.‎ [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :