Tewas, Suami Istri di Rohul saling tikam di depan anak

Penulis : admin | Senin, 08 Oktober 2018 - 19:09 WIB

ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Pasangan suami- isteri (Pasutri) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tewas usai saling tikam di rumah mereka. Aniadi Waruhu (40) dan istrinya Avedi Zebua (33) meninggalkan tiga anak mereka, dan satu orang cucu.

Kedua pasutri itu ternyata selama ini sering berkelahi dan sedang pisah rumah.

Kapolsek Bonai Darussalam Iptu Riza Efendi saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Dia menyebutkan, keduanya ditemukan tewas pada Senin (08/10/18) sekitar pukul 02.00 wib.

Saat anak-anak keduanya masih tertidur di rumah mereka, Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Rohul.

"Si suami sedang tidak tinggal di rumah mereka, karena pergi dari rumah. Sebelumnya mereka berkelahi seminggu yang lalu. Nah tiba-tiba, dia datang dan masuk ke rumah melalui jendela kamar saat tengah malam sekitar pukul 00.30 WIB," ujar Riza.

Setelah masuk, Aniadi mengambil pisau dapur lalu ‎melihat istrinya yang terbangun. Aniadi langsung menghunuskan pisau ke perut istrinya hingga tergeletak. Lalu Aniadi hendak pergi meninggalkan isterinya.

"Si isteri bangkit sambil mencabut pisau dari perutnya, lalu menusuk suaminya‎. Kemudian keduanya sama-sama tergeletak di lantai, dan meninggal dunia," kata Riza.

Anak-anak mereka terbangun mendengar perkelahian kedua orangtuanya. Namun, saat itu anak-anak yang masih berusia belasan tahun tidak ada yang berani melerai perkelahian orangtuanya.

"Teriakan anak-anak didengar tetangga, tapi tetangga yang datang tidak berani masuk saat keributan itu," ucap Riza.

Salah seorang warga berinisiatif menghubungi polisi. Anggota Bhabinkamtibmas Bripka Firman Ritonga datang menuju lokasi.

Namun, keduanya sudah terkapar bersimbah darah dan tidak bernyawa.

Iptu Riza dan anak buahnya yang mendapat informasi tersebut langsung datang dan melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara. Anak-anak mereka yang masih kecil menan‎gis atas kejadian tersebut.

"Anaknya yang paling bersar berusia 17 tahun dan sudah menikah punya anak 1. Anak kedua berusia 15 tahun, dan anak ketiga 13 tahun," kata Riza.

Riza menyebutkan, pasangan suami istri ini sebelumnya sering cek cok dalam berumah tangga. Hingga akhirnya, mereka pisah rumah. Si suami pergi dari rumah dan tidak diketahui tidur dimana. Sementara sang istri tinggal di rumah mereka bersama anak-anaknya.

"Si suami ini ketergantungan obat Paramex. Setiap minum itu dia bisa sampai satu papan (bungkus), diduga itu salah satu penyebab yang membuat pikirannya terganggu," kata Riza.

Saat ini, jenazah keduanya sedang disemayamkan di rumah duka. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi mata, anak serta tetangga mereka. Kejadian ini membuat warga sekitar geger karena hal yang tak biasa terjadi di desa tersebut. [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :