Polda Riau Serahkan Berkas Tersangka 19 Pembalak Liar Semenanjung Kampar

Penulis : user | Jumat, 12 Oktober 2018 - 16:34 WIB

Beritariau.com, Pekanbaru - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau menangkap 19 orang pelaku diduga melakukan ilegal loging atau pembalakan kayu secara ilegal. Barang bukti yang disita berupa 52,8 ton kayu jenis Meranti, bernilai jual tinggi di Kabupaten Pelalawan.

Saat ini seluruh tersangka yang ditangkap pada Agustus 2018 lalu telah diserahkan ke Kejaksaan, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap oleh jaksa atau P21.

"Pelaku berjumlah 19 orang kita tangkap dari pengungkapan ilegal loging ini," ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto Jumat (12/10/2018).

Polisi turut menyita satu unit kapal tradisional bermesin atau pompong, sampan dan peralatan penebang hutan seperti Chainsaw dan benda tajam jenis parang. Kasus ini berdasarkan laporan warga yang diterima Ditreskrimsus Polda Riau.

"Kemudian petugas melakukan penyelidikan ke kawasan hutan melalui jalur darat dan udara saat patroli dengan helikopter," kata Sunarto.

Polisi menemukan 52 ton kayu yang telah diolah menjadi lempengan papan dan balok tersebut. Kemudian polisi menyita kayu dari dalam kanal perusahaan konsesi HTI, PT SPA, Kabupaten Pelalawan. 

"Para pelaku menggunakan kanal sebagai jalur utama para tersangka untuk mengangkut kayu dari dalam hutan. Kanal milik perusahaan PT SPA," kata perwira menengah jebolan Akademi Kepolisian tahun 1992 ini.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Arif Gideon Setiawan menjelaskan seluruh kayu yang disita tersebut ditemukan dalam bentuk rakitan di dalam kanal perusahaan itu. 

Namun Gidion menyebutkan PT SPA tidak terlibat dalam kejahatan lingkungan pembalakan liar itu. Dia menjelaskan lokasi penebangan kayu berada di luar wilayah konsesi. 

"Sebab, lokasi penebangan kayu tidak di lahan konsesi PT SPA. Titik tebang di hutan desa Serapung, lalu dibawa keluar dari dalam hutan melewati kanal," kata Gidion.

Para tersangka masing-masing MY (25), Dr (34), Mr (44), Uw (44), An (40), Di (21), KL (26), Rk (20), Yn (31), In (25), Al (27), Az (47), By (29), Ar (29), Rb (23), Sy (38), Ro (41), Ad (46) dan Sf (42). 

Mereka secara bersama-sama dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 huruf b, dan atau 83 ayat 1 huruf B UU RI 2013 tentang pencegahan perusakan hutan. [Ard]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :