Karhutla Kampar Jadi Tanggung Jawab Bersama, Bupati Apresiasi Petugas hingga Perusahaan

Beritariau.com, Bangkinang -- Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kampar terus diperkuat dengan melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, perusahaan hingga masyarakat.
Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam upaya pencegahan dan pemadaman karhutla di sejumlah wilayah Kampar.
Apresiasi tersebut disampaikan Ahmad Yuzar saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla Kabupaten Kampar di Aula Kantor Bupati Kampar, Bangkinang Kota, Rabu (26/8/2026).
Menurut Ahmad Yuzar, penanganan karhutla tidak mungkin dibebankan kepada pemerintah maupun TNI dan Polri saja. Kondisi di lapangan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak agar kebakaran dapat dicegah dan ditangani sebelum meluas.
"Kami mengapresiasi seluruh personel TNI/Polri, Manggala Agni, BPBD, Damkar, perusahaan, serta seluruh komponen masyarakat yang telah ikut bersama-sama memadamkan api yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Kampar," ujar Ahmad Yuzar.
Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menghadapi karhutla. Selain mempercepat pemadaman ketika titik api muncul, sinergi tersebut juga dibutuhkan untuk memperkuat deteksi dini dan mencegah kebakaran meluas.
Perusahaan Diminta Tingkatkan Kepedulian
Dalam rakor tersebut, Ahmad Yuzar secara khusus meminta perusahaan yang beroperasi di Kampar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Menurutnya, perusahaan memiliki sumber daya dan kemampuan yang dapat dioptimalkan untuk mendukung upaya pencegahan karhutla serta membantu masyarakat menghadapi dampak bencana.
"Kami berharap seluruh perusahaan terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan sosial kemasyarakatan. Potensi yang dimiliki perusahaan sangat besar untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan serta keselamatan masyarakat secara umum," tegasnya.
Ahmad Yuzar mengatakan kontribusi perusahaan tidak harus berhenti pada program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR). Dukungan juga dapat diberikan melalui program berkelanjutan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Sektor kesehatan menjadi salah satu perhatian, terutama ketika karhutla menimbulkan kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan warga.
"Harus ada kegiatan-kegiatan keberlanjutan kepada masyarakat. Bukan saja melalui CSR, tetapi juga dalam berbagai bentuk kepedulian lainnya, terutama di bidang kesehatan. Potensi perusahaan hendaknya dapat diberikan manfaatnya kepada masyarakat sekitar dan wilayah operasional," tambahnya.
Pemkab Kampar berharap rakor tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi karhutla, mulai dari pencegahan, deteksi dini, penanganan titik api hingga pemulihan pascakebakaran.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Kesadaran dan partisipasi masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya titik api.
Rakor tersebut dihadiri Wakil Bupati Kampar Misharti, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kampar Ardi Mardiansyah, para kepala OPD, camat serta kepala desa se-Kabupaten Kampar.
Dengan penguatan sinergi antara pemerintah, aparat, perusahaan dan masyarakat, Kampar diharapkan semakin siap menghadapi ancaman karhutla sekaligus menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak kabut asap. (*)

