Pemkab Bengkalis Ajukan RSUD Bukit Batu dan Penguatan Layanan Jantung-Kanker ke Kemenkes

Beritariau.com, Jakarta -- Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengusulkan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kelas D Pratama di Kecamatan Bukit Batu serta pengembangan layanan jantung dan kanker di RSUD Bengkalis kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Usulan tersebut disampaikan saat audiensi Pemkab Bengkalis dengan Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus di Kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Dalam pertemuan itu, Pemkab Bengkalis diwakili Wakil Bupati Bengkalis Dr. H. Bagus Santoso. Ia didampingi Sekretaris Daerah Bengkalis dr. Ersan Saputra TH dan Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis Ermanto.
Bagus mengatakan pembangunan fasilitas kesehatan baru di Bukit Batu dibutuhkan untuk memperluas akses pelayanan bagi masyarakat di wilayah tersebut dan kecamatan sekitarnya.
"Kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat dan berkualitas. Karena itu, pembangunan RSUD di Kecamatan Bukit Batu dan pengembangan layanan jantung serta kanker di RSUD Bengkalis menjadi bagian penting yang terus kita perjuangkan," kata Bagus.
Selain pembangunan RSUD Bukit Batu, Pemkab Bengkalis meminta dukungan pendanaan pemerintah pusat melalui anggaran 2027 untuk mengembangkan layanan jantung, kanker, serta rawat inap pada UPT BK RSUD Bengkalis.
Penguatan layanan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan RSUD Bengkalis sebagai fasilitas rujukan. Dengan fasilitas yang lebih lengkap, pasien dengan penyakit jantung dan kanker diharapkan tidak selalu harus menjalani rujukan ke luar daerah.
Kemenkes Akan Kaji Usulan
Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus menyambut positif usulan yang disampaikan Pemkab Bengkalis. Namun, sebelum direalisasikan, Kemenkes akan melakukan kajian melalui tim teknis.
"Usulan ini akan kita kaji melalui tim teknis Kementerian Kesehatan. Kita ingin memastikan kesiapan dan kelayakannya, sehingga apabila nantinya dilaksanakan, pembangunan dan pengembangan layanan tersebut dapat berjalan dengan baik," ujar Benjamin.
Menurutnya, pembangunan rumah sakit tidak hanya bergantung pada ketersediaan anggaran dan bangunan. Kesiapan lahan menjadi salah satu aspek penting yang harus dipastikan sejak awal.
Kemenkes juga akan melihat kesiapan sumber daya manusia kesehatan. Keberadaan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang kompeten dinilai menjadi faktor penting agar fasilitas yang dibangun nantinya mampu memberikan pelayanan secara optimal.
"Kami juga ingin memastikan status lahannya, kemudian bagaimana kesiapan sumber daya manusianya. Rumah sakit bukan hanya soal bangunan dan peralatan, tetapi juga harus didukung SDM kesehatan yang berkualitas agar pelayanan kepada masyarakat bisa optimal," jelasnya.
Benjamin menambahkan, Kemenkes akan terus berkoordinasi dengan Pemkab Bengkalis untuk membahas persyaratan serta langkah lanjutan terkait kedua usulan tersebut.
Pemkab Bengkalis menyatakan siap menindaklanjuti arahan pemerintah pusat, termasuk mempersiapkan aspek lahan, sumber daya manusia, serta berbagai persyaratan teknis lainnya.
Melalui penguatan sinergi dengan Kemenkes, Pemkab Bengkalis berharap pembangunan RSUD Kelas D Pratama Bukit Batu dan pengembangan layanan jantung, kanker serta rawat inap di RSUD Bengkalis dapat direalisasikan secara bertahap.
Program tersebut diharapkan mampu memperluas pemerataan pelayanan kesehatan sekaligus memberikan akses pengobatan yang lebih dekat, lengkap, dan berkualitas bagi masyarakat Bengkalis. (*)

